Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Bendahara Desa Tahunan Ditahan Kejari Jepara



Reporter:    /  @ 19:07:22  /  10 Januari 2017

    Print       Email
Bendahara Desa Tahunan Abdur Rohman (kiri) saat diperiksa oleh Kasi Pidsus Kejari Jepara Yosef pada Selasa (10/1/2017) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bendahara Desa Tahunan Abdur Rohman (kiri) saat diperiksa oleh Kasi Pidsus Kejari Jepara Yosef pada Selasa (10/1/2017) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara menahan Bendahara Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Abdur Rohman pada Selasa (10/1/2017) sore. Abdur Rohman dijadikan tersangka atas dugaan korupsi dana desa ratusan juta rupiah pada tahun 2015 silam.

Penahanan ini dilakukan, setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Abdur Rohman hari ini, mulai dari pukul 12.30 WIB. Setelah selesai, kemudian pukul 17.00 WIB bendahara desa itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

”Pemeriksaan kesehatan ini tujuannya, jika memang yang bersangkutan dinyatakan sehat langsung kita tempatkan di Rutan Jepara, namun, jika mengalami gangguan penyakit dari hasil pemeriksaan tersebut, yang bersangkutan akan menjadi tahanan kota. Ternyata, hasilnya menunjukkan bahwa yang bersangkutan sehat, dan langsung kita tahan,” ujar Kepala Kejari Jepara Yuni Daru W melalui Kasi Pidana Husus (Pidsus) Yosep di Kantor Kejari Jepara, Selasa (10/1/2017) sore.

Yosep  mengungkapkan, Abdur Rohman ditahan karena mengakui kesalahannya setelah diperiksa sekitar dua jam dengan 29 pertanyaan dari penyidik. Abdurrahman didampingi pengacaranya, Sholihan. “Jadwal pemeriksaan pukul 12.30 WIB. Proses berlangsung agak lama karena menunggu kedatangan sang pengacara,” katanya.

Dia melanjutkan, hasil pemeriksaan terhadap Abdur Rohman yakni bahwa yang bersangkutan tanpa sepengetahuan atau izin telah meminjamkan uang akumulasi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dana desa tahun 2015 kepada tiga orang. Di antaranya ialah HS, warga Tahunan sebesar Rp 32 juta, S warga Tahunan Rp 20,2 juta, dan S Rp 5 juta.

“Yang bersangkutan juga telah melakukan pemotongan anggaran untuk pembuatan proposal, pembuatan SPJ dan biaya materai dari setiap pencairan dana desa yang diterima oleh 16 Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Besarnya bervariasi,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan penghitungan Inspektorat Jepara didapatkan kerugian negara sebesar Rp 135.112.527. Yang bersangkutan baru mengembalikan ke desa melalui SIMPEDA BPD Bank Jateng tanggal 10 Agustus 2016 Rp 10 juta. Saat ini kerugian desa masih Rp 125.112.527.

”Tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI Nomor 20 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya.

Dia menambahkan,sebelum kasus ini ditangani kejaksaan, Abdur Rohman telah diberi kesematan selama tiga bulan untuk mengembalikan uang tersebut oleh Inspektorat. Namun hingga batas waktu berakhir, Abdur Rohman tidak memenuhinya.

Selain itu, sebelumnya, kejari juga telah melakukan penyelidikan dan penyidikan sebanyak dua kali, yakni Desember 2016 lalu. ”Sekarang pemanggilan yang ketiga berupa BAP. Yang bersangkutan mengakui dan langsung kami tahan,” ujar Yosep.

Perlu diketahui, sebelumnya pada bulan April 2016, Abdur Rohman juga sempat didemo oleh ratusan warga Desa Tahunan dengan menggerudug balai desa setempat.

Saat itu, mereka menggerudug dengan membawa tulisan dan melontarkan kalimat sejumlah tuntutan. Salah satunya ialah menuntut Abdur Rohman untuk mundur dari jabatannya sebagai perangkat desa, lantaran menggelapkan dana desa.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Perbaikan Jalan Ratusan Meter di Purwosari Rampung 

Selengkapnya →