Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Taman Lampion Kudus Hanya Dibuka Tiga Malam



Reporter:    /  @ 18:00:00  /  10 Januari 2017

    Print       Email
Warga menikmati Taman Lampion di Kabupaten Kudus, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menikmati Taman Lampion di Kabupaten Kudus, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Wisata malam yang baru di Kudus, berupa Taman Lampion, ternyata tidak bisa dinikmati setiap hari selama sepekan penuh. Namun, lokasi di areal Taman Krida itu, hanya dapat dinikmati tiga hari saja.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Yuli Kasianto mengatakan, Taman Lampion hanya dibuka selama tiga hari. Mulai dari Jumat malam, Sabtu malam dan Minggu malam. “Tiga hari tersebut supaya masyarakat Kudus tidak bosan. Selain itu juga pada malam itu merupakan malam paling ramai pengunjung,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (10/1/2017).

Menurutnya, meski dibuka pada tiga malam, namun pihak dinas juga melakukan pembatasan jam bukanya. Yakni mulai dapat dinikmati pada pukul 17.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Tiga malam tersebut merupakan evaluasi dari dinas. Sebab sebelumnya rencana buka hanya dua hari saja yakni malam Sabtu dan malam Minggu. Namun karena tingginya permintaan masyarakat, maka juga dibuka pada malam Senin.

“Kami gambarannya itu, penikmat kebanyakan pemuda dan pelajar. Jika sampai sepekan penuh, maka dikhawatirkan dapat mengganggu sekolah,” ujarnya

Keberadaan Taman Lampion jelas mengundang minat banyak masyarakat. Terlebih kalangan muda-mudi yang penasaran dengan tempat itu. Terbukti, dalam akhir tahun lalu saat uji coba mampu memperoleh pendapatan tak sedikit. “Dulu dicoba hingga tiga hari buka, tiga hari itu kami mendapatkan pemasukan hingga Rp 30 juta. Itu juga yang menambah pemasukan PAD,” ungkap dia.

Pihaknya membatasi waktu operasi tempat wisata juga alasan perawatan taman. Jika pengunjung makin banyak maka potensi kerusakan juga lebih besar. “Kami menyiapkan petugas yang keliling tiap malam. Petugas itulah yang memantau kawasan taman agar tetap apik dan rapi supaya dapat awet,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengalokasikan biaya penambahan CCTV di Taman Lampion. Rencananya, CCTV akan dipasang di sejumlah titik pada Taman Lampion. Dengan CCTV itu dapat membantu memantau pengunjung taman. Tidak hanya itu, juga ada penambahan lampu penerangan. Hanya lampu penerangan tidak diarahkan ke arah taman karena khawatir mengganggu keindahan cahaya lampion.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Hidup Seorang Diri, Nenek 80 Tahun di Jepara Tergolek Sakit di Ranjang Kayu Selama 7 Bulan

Selengkapnya →