Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kantor Koramil Undaan Dipenuhi Tanaman Sayuran



Reporter:    /  @ 23:05:06  /  9 Januari 2017

    Print       Email
 Danramil 03/Undaan Kudus, Kapten Inf Sri Widodo saat mengecek salah satu tanaman di halaman kantornya, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Danramil 03/Undaan Kudus, Kapten Inf Sri Widodo saat mengecek salah satu tanaman di halaman kantornya, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Danramil 03/Undaan Kudus, Kapten Inf Sri Widodo menerapkan pola ketahanan pangan untuk para anggotanya. Hal itu diwujudkan dengan memperbanyak tanaman sayuran, yang berada di halaman samping kantor Koramil setempat.

Sri mengatakan, pihaknya sudah menggalakkan penanaman sayuran sejak Mei 2016 lalu. Penanaman berbagai jenis sayuran telah dilakukan di satu lokasi. “Kami menanam cabai, tomat, terong, serta kangkung. Ini adalah tanaman sayur yang kami tanam selain buah-buahan,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Senin (9/1/2017). 

Dalam setahun ini sudah berhasil memanen hingga beberapa kali. Bahkan untuk cabai yang harganya kini lambung tinggi, tidak terlalu berpengaruh. Sebab tanaman cabai cukup banyak dibanding tanaman lainnya. Sedikitnya 70 tanaman cabai sudah ditanam di halaman.

Berbagai jenis cabai yang ditanam, adalah cabai kriting, cabai merah, cabai rawit dan cabai hijau. Semuanya tumbuh subur lantaran mendapat perawatan yang serius. Termasuk juga dengan pemupukan yang dilakukan secara teratur.

Dikatakan, penanaman ini juga termasuk dalam Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPS). Yakni minimal anggota TNI harus mampu mencukupi kebutuhan secara sendiri, minimal untuk anggota sendiri.

Belakangan ini terdapat instruksi dalam perihal perwujudan ketahanan pangan. Dengan yang demikian, maka pihaknya tinggal melanjutkan kegiatan penanaman sayuran, yang mampu dimanfaatkan oleh anggota. “Peningkatan tetap dilakukan, dan dengan penanaman sayuran ini maka 18 petugas termasuk saya juga dapat memanfaatkannya di kebutuhan harian,” jelasnya.

Diceritakan, sebenarnya dulu pernah ada yang bilang kalau tanaman bakalan mati sebelum berbuah. Karena, tanah yang digunakan adalah tanah padas yang dianggap tak cocok untuk bercocok tanam. Namun pernyataan itu ditepis dengan hasilnya yang melimpah. “Meski berbuah banyak namun kendala masih juga banyak. Seperti serangan hama tikus, yang banyak merusak tanaman yang ada. Khususnya tanaman kangkung,” ujarnya.

Selain hama, curah hujan tinggi, juga mampu merusak sebagian lahan tanaman. Sehingga belakangan produksi panen mengalami penurunan jumlah.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Perbaikan Jalan Ratusan Meter di Purwosari Rampung 

Selengkapnya →