Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Firman Soebagyo Dorong Pengembangan Peternakan Sapi di Kabupaten Pati



Reporter:    /  @ 14:00:01  /  9 Januari 2017

    Print       Email
Anggota DPR RI asal Desa Kedalon, Batangan, Pati, Firman Soebagyo meninjau lokasi peternakan Kelompok Tani Mekar Sari di Desa Tlogosari, Tlogowungu, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota DPR RI asal Desa Kedalon, Batangan, Pati, Firman Soebagyo meninjau lokasi peternakan Kelompok Tani Mekar Sari di Desa Tlogosari, Tlogowungu, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Peternakan di Kabupaten Pati menjadi salah satu penopang ekonomi rakyat, selain pertanian dan perikanan. Karena itu, Anggota DPR RI asal Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Pati, Firman Soebagyo mendorong pengembangan peternakan di Pati, di antaranya sapi.

Salah satu upaya Firman dalam mendorong pengembangan peternakan di Pati, antara lain menyalurkan bantuan berupa 13 ekor ternak sapi kepada Kelompok Tani Mekar Sari, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu. Tak sekadar menyalurkan bantuan, Firman juga aktif memantau hasil peternakan sapi yang ia salurkan.

“Pemantauan dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui progress atau kemajuan dari program yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Selain itu, kami datang ke berbagai kelompok tani untuk mendapatkan masukan terkait dengan pelaksanaan program bantuan ternak sapi di Kabupaten Pati,” ujar Firman.

Menurutnya, Kelompok Tani Mekar Sari lebih siap untuk mengembangkan peternakan sapi, karena pakan ternak sudah diproduksi sendiri, termasuk teknologinya. Begitu juga kotoran sapi, mereka sudah memanfaatkan menjadi pupuk organik yang baik untuk tanaman.

“Di sini lebih siap, mulai dari pembuatan pakan, teknologinya, bahan baku juga ditanam sendiri, memanfaatkan limbah kulit ketela untuk pakan dan berbagai pemanfaatan lainnya. Begitu juga kotoran sapi yang sudah diproses menjadi pupuk organik. Inovasi yang sangat bagus untuk dicontoh kelompok tani lainnya,” tutur Firman.

Namun, Firman mengaku bila kreativitas dan inovasi Kelompok Tani Mekar Sari masih terbatas karena tidak memiliki alat pendukung, seperti alat pencacah, alat angkut pakan ternak, dan alat pendukung peternakan lainnya. Karena itu, Firman berupaya akan memperjuangkan untuk meminta bantuan pemerintah berupa alat pendukung peternakan sapi.

Menurutnya, Kelompok Tani Mekar Sari yang sebagian besar diikuti kelompok muda yang punya konsep dan gagasan cerdas tersebut mesti dituangkan dalam bentuk proposal untuk dijadikan model. Firman berharap, mereka bisa menyebarkan “virus” kreativitas kepada masyarakat sekitar dengan membuat pelatihan peternakan.

Menanggapi hal itu, Ketua Kelompok Tani Mekar Sari Muh Tarom bersama anggota bertekad akan mengembangkan bantuan 13 ekor sapi yang diterimanya dengan baik. Dalam jangka waktu setahun, dia memastikan sudah ada anakan sehingga bisa terus berkembang.

Dia juga akan bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk mengembangkan pupuk organik kotoran sapi hasil olahan kelompoknya. Pemerintah sendiri memberikan bantuan sapi kepada kelompok tani supaya dikembangkan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan daging murah di tengah-tengah masyarakat secara berkelanjutan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ternyata Begini Cara Napi Rutan Jepara Kabur dari Tahanan

Selengkapnya →