Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Sawah Terendam Luapan Sungai Silugangga, Petani di Jakenan Pati Terpaksa Panen Dini



Reporter:    /  @ 13:00:00  /  9 Januari 2017

    Print       Email
Anggota TNI ikut membantu panen padi di Jakenan yang terendam banjir akibat luapan Sungai Silugangga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota TNI ikut membantu panen padi di Jakenan yang terendam banjir akibat luapan Sungai Silugangga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Musim panen padi di wilayah Kecamatan Jakenan, Pati saat ini tidak bisa maksimal karena terendam banjir luapan dari Sungai Silugangga. Sejumlah petani yang khawatir, memanen padi secara prematur meski belum terlalu tua.

Hal itu diakui Pulyono, petani asal Desa Tondomulyo. “Panen kali ini mengalami hambatan, karena padi sebetulnya belum waktunya untuk dipanen. Tinggal nunggu beberapa hari lagi. Namun, karena ada luapan dari Sungai Silugangga, terpaksa panen disegerakan,” ucap Pulyono, Senin (9/1/2017).

Panen padi di atas lahan seluas 3 hektare tersebut menggunakan alat mesin perontok padi jenis blower. Tidak sendirian, Pulyono saat memanen padinya dibantu puluhan anggota TNI, sembilan anggota Koramil 05/Jakenan dan sepuluh anggota siaga Kodim 0718/Pati.

“Saya berterima kasih, saat ini anggota TNI banyak terlibat dalam dunia pertanian. Meski sempat sedih karena padi terpaksa dipanen dini akibat luapan Sungai Silugangga, tetapi kehadiran para prajurit TNI bisa memberikan semangat lagi untuk terus berupaya yang terbaik. Di sini memang sudah langganan banjir, karena areal persawahan yang dekat dengan sungai besar,” tuturnya.

Komandan Koramil 05/Jakenan Kapten Inf Kambali menuturkan, anggota TNI memang diberikan tugas untuk ikut menyukseskan ketahanan pangan di setiap daerah. Langkah panen dini dilakukan supaya tanaman padi tidak membusuk, lantaran terendam banjir luapan dari Sungai Silugangga.

“Padi sebetulnya sudah tua, tapi biasanya masih menunggu beberapa hari lagi agar lebih maksimal. Berhubung terendam banjir dan untuk menghindari supaya tidak membusuk, panen diri menjadi salah satu solusi. Kami berharap, petani tidak putus asa dan terus bersemangat bercocok tanam untuk meningkatkan swasembada pangan nasional. Terlebih, Pati menjadi salah satu daerah dengan ketahanan pangan terbaik tingkat nasional,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Ssst….! Rumah Dinas Wabup Grobogan Mulai Dibenahi, Siapa yang Bakal Menempati?

Selengkapnya →