Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

“Om Lengser Om”, Ratusan Siswa SMAN 1 Mlonggo Demo Tuntut Kepala Sekolah Mundur



Reporter:    /  @ 11:41:12  /  9 Januari 2017

    Print       Email
Ratusan siswa SMAN 1 Mlonggo melakukan aksi demo menuntut Kepala Sekolah Gunawan turun dari jabatannya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ratusan siswa SMAN 1 Mlonggo melakukan aksi demo menuntut Kepala Sekolah Gunawan turun dari jabatannya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Ratusan siswa SMAN 1 Mlonggo melakukan aksi unjuk rasa menuntut Kepala Sekolah Gunawan Amrillah untuk mundur dari jabatannya, Senin (9/1/2017).

Aksi ini, buntut daripada adanya belasan siswa yang pingsan karena dihukum pada Jumat (6/1/2017) lalu. Ketika itu, lebih dari 50 siswa datang terlambat, yang seharusnya pukul 06.30 WIB sudah masuk, karena ada Program Jumat Bersih. Akibat keterlambatan tersebut, mereka mendapatkan hukuman berlari, baris berbaris dan bersih-bersih dalam kondisi di bawah guyuran hujan deras. Akibatnya, belasan siswa pingsan karena kedinginan.

Dua di antaranya, bahkan harus dirujuk di RSI Sultan Hadlirin lantaran harus ditangani secara cukup serius. Sebanyak 10 siswa lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Mlonggo.

Pada aksi demo yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB pagi tadi, siswa membentangkan karton yang bertuliskan beragam pernyataan dan tuntutan. Seperti halnya, “om…lengser om..”, “sekolah ini bukan milik perorangan bung”, dan lain sebagainya.

Dalam aksi ini, juga dilakukan pengumpulan tanda tangan agar Kepala SMAN 1 Mlonggo Gunawan Amrillah lengser dari jabatannya. “Yang Bertanda Tangan Setuju Gunawan Dilengserkan.”

Salah seorang siswi kelas XII Kintan mengatakan, tulisan-tulisan tersebut sudah dibuat sejak Jumat lalu, secara spontan, yang kemudian hari ini diadakan aksi. “Bukan berarti kita mendemo guru, namun dengan aksi ini kita hanya menginginkan perlakuan yang dilakukan oleh kepala sekolah itu bisa dihindari,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, perlakuan kepala sekolah tersebut tak hanya menghukum siswa siswi saat hujan deras seperti kemarin saja, melainkan juga ada perlakuan yang lainnya. “Tahun lalu, ada salah satu danton atau pemimpin barisan upacara tiba-tiba ditendang. Kami juga tak tahu apa alasannya. Padahal yang lainnya tak diapa- apakan,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu siswa lainnya.“Dalam dua tahun ini kita sudah diam atas kebijakan yang membuat proses pembelajaran di sekolah menjadi tak nyaman. Tuntutan kami tidak muluk-muluk, yaitu, Pak Gunawan agar tak lagi menjabat sebagai kepala sekolah di tempat kami. Kami ingin ada kegembiraan dan senyum kembali di sekolah ini,” ujar siswa.

Aksi ini, kemudian juga dilanjutkan dengan pertemuan perwakilan siswa dan sejumlah pejabat Pemkab Jepara. Di antaranya, Sekda Jepara Sholih, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Khusairi, Kabag Kesra Setda Jepara Lukito Sudi Asmoro, Kapolsek Mlonggo AKP Maryono dan guru SMA N 1 Mlonggo sert Wakil Ketua Komite Sekolah Arief Ma’sum.

Sekda berjanji, dalam waktu sepekan kedepan status Kepsek Gunawan akan jelas. “Hari ini Pak Plt Bupati Jepara Ihwan Sudrajat ke provinsi untuk melapor hal ini ke Gubernur. Sebab, kewenangan SMA saat ini kan sudah ada di provinsi. Dalam hal ini, kami hanya melaporkan dan memberikan rekomendasi agar Gunawan tak lagi menjadi Kepala SMA N 1 Mlonggo,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Warga menikmati suasana di titik jalan yang baru selesai dibangun di Purwosari, Kudus. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

Perbaikan Jalan Ratusan Meter di Purwosari Rampung 

Selengkapnya →