Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini
JEJAK ANGLING DARMA DI PATI

Petilasan Angling Darma di Baleadi Pati jadi Daya Tarik Wisata Religi



Reporter:    /  @ 14:49:42  /  8 Januari 2017

    Print       Email
Seorang pengunjung tengah berziarah di tempat yang diduga makam Angling Darma di Desa Baleadi, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pengunjung tengah berziarah di tempat yang diduga makam Angling Darma di Desa Baleadi, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petilasan Angling Darma di Dukuh Mlawat, Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo, Pati disebut menjadi daya tarik wisata religi di Pati bagian selatan. Hanya saja, pengeloaan petilasannya masih sangat minim.

“Itu bisa menjadi daya tarik wisata religi desa. Banyak pengunjung yang datang dari luar kota, kebanyakan datang dari Kediri dan sebagian besar dari Jawa Timur. Sayangnya, pihak desa tidak pernah menyentuh makam itu,” ujar Bambang Riyanto, penduduk setempat, Sabtu (7/1/2017).

Padahal, sebagian masyarakat setempat yakin bila tempat itu merupakan makam atau tempat peristirahatan terakhir Angling Darma. Masyarakat juga yakin bila Kerajaan Malawapati pernah ada di kawasan tersebut, meski bukti-bukti sejarah seperti prasasti atau peninggalannya tidak ditemukan.

Dari cerita tutur yang berkembang, kemegahan Malawapati yang pernah eksis di kawasan tersebut lenyap karena disabda jin. Uniknya, tidak jauh dari petilasan tersebut, diduga ada petilasan Batik Madrim, patih kepercayaan Angling Darma. Lokasinya berada di Masjid Desa Kedungwinong, Sukolilo.

“Kalau bisa dikelola dengan baik, petilasan itu bisa menjadi aset masyarakat sebagai destinasi wisata religi. Namun, juru kunci petilasan Angling Darma mengelola secara pribadi, tanpa melibatkan pemerintah desa sehingga wajar bila pemdes membiarkannya,” imbuh Bambang.

Di satu pihak, juru kunci, Suroso juga mengaku tidak pernah ada campur tangan pemdes untuk merenovasi atau memberikan fasilitas kepada pengunjung. Karena itu, dia berharap agar ada seseorang yang memberikan bantuan untuk mengelola petilasan Angling Darma.

Di sisi lain, pemdes disebut enggan ikut campur memberikan bantuan pengelolaan, lantaran dana yang masuk dari pengunjung dikelola secara pribadi. Padahal, petilasan Sang Raja Malawapati tersebut menyimpan aset wisata religi yang potensial.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Warga menikmati suasana di titik jalan yang baru selesai dibangun di Purwosari, Kudus. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

Perbaikan Jalan Ratusan Meter di Purwosari Rampung 

Selengkapnya →