Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Banyak Taman Dibangun di Kudus, tapi Bingung Perawatannya



Reporter:    /  @ 08:30:12  /  8 Januari 2017

    Print       Email
Warga berada di salah satu taman di TPA, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di salah satu taman di TPA, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selama ini, Pemkab Kudus gencar melakukan penamanan di Kudus. Banyak taman dibuat dalam skala kecil maupun skala besar. Namun, meski banyak taman ternyata memiliki kendala dalam perawatan. Terlebih, taman yang ada di wilayah pinggiran, jauh dari pusat kota. Hal itu jelas akan menyulitkan perawatan taman.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun, mengatakan selama ini ada sekitar 11 taman yang dibuat. Jumlah tersebut meliputi berbagai wilayah. Dengan mayoritas letaknya di wilayah perkotaan.

“Sudah banyak taman yang kami buat,  seperti alun-alun, Wergu, Tanggulangin dan sejumlah taman lainnya. Taman tersebut memang bagus, namun jika tidak dirawat bisa jelek,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Sabtu (7/1/2016). 

Taman yang ada di kawasan perkotaan memang lebih mudah dijangkau dalam hal perawatan. Berbeda dengan kawasan pinggiran, perawatan taman tidak mudah. Lantaran akses menuju lokasi juga memakan waktu yang tak sebentar.

Dia berharap masyarakat membantu merawat keberadaan taman di Kudus. Pemkab kewalahan jika harus merawat seluruh taman. Tanpa bantuan masyarakat, pemkab bakalan kesulitan menjaga taman.

“Sayangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga taman masih kurang. Padahal taman yang dibuat juga untuk masyarakat Kudus. Mereka kebanyakan hanya berkunjung dan sebagian malahan merusaknya,” ujarnya.

Dia mencontohkan, seperti di taman Tanggulangin, Jati. Beberapa waktu lalu sekelompok orang datang ke taman tersebut. Namun bukannya menjaga keindahannya taman, namun malah membuat rusak beberapa titik rusak. Terlebih tanamannya.

Mendapatkan laporan itu, dia sendiri meninjau lokasi. Kemudian dia menegur sekelompok warga yang tak bertanggung jawab dengan aksi perusakan taman. “Sepertinya membutuhkan pagar untuk menjaga taman. Terutama pada bagian tanaman yang berada di sana. Agar tidak dipetik dan dijadikan alas duduk,” lanjutnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

4.967 Siswa di Rembang Bakal Ikuti UNKP Tingkat SMP

Selengkapnya →