Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Masih Itu-itu Saja yang Jadi Penyebab Banjir di Batu Kali Jepara



Reporter:    /  @ 18:00:35  /  7 Januari 2017

    Print       Email
Warga, TNI dan polisi bersama-sama membersihkan sampah yang menyumbat aliran Sungai Setanjung di Desa Batu Kali, Kecamatan Kalinyamatan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga, TNI dan polisi bersama-sama membersihkan sampah yang menyumbat aliran Sungai Setanjung di Desa Batu Kali, Kecamatan Kalinyamatan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Dalam dua pekan terakhir ini, Desa Batu Kali, Kecamatan Kalinyataman, Jepara diterjang banjir, akibat meluapnya Sungai Setanjung yang berada di desa setempat.

Selain karena intensitas curah hujan yang tinggi, ternyata, penyebabnya adalah banyaknya sampah yang menumpuk di sungai. Akibatnya, aliran sungai tak bisa lancar dan dampaknya air meluap, karena tak mampu menampung debit air.

Kepala Desa Batu Kali Nur Arifin mengatakan, sebagai wilayah yang berada di hilir Sungai Setanjung, warga Batu Kali kerap kena imbas akibat menumpuknya sampah kiriman. ”Sebab, Sungai Setanjung banyak menerima kiriman sampah. Sampah ini terlihat tak hanya pada musim hujan, musim kemarau sampah pun menumpuk di sungai,” katanya.

Terkait hal itu, pihaknya katanya, juga sudah mengajak warga desa lain yang dilewati aliran Sungai Setanjung untuk membersihkan sampah. “Kita sudah mengajak warga. Namun, tak ada respon baik. Akibatnya, sampah sering menyumbat aliran sungai. Sehingga debit air selalu tinggi, terutama saat musim hujan seperti ini. Dan akhirnya ya meminta bantuan kepada aparat yang ada,” ujarnya.

Dia melanjutkan, ujung Sungai Setanjung terhubung dengan SWD II terjadi kerusakan parah. Pintu air juga mengalami kerusakan. Akibatnya, pembuangan air tak berjalan normal. Yang menjadi korban padi petani, sebab, air terbuang atau meluber ke area persawahan warga.

Terpisah, Sahroni (40), salah satu warga Desa Batu Kali mengatakan, lahan pertanian warga setempat sudah dua kali terdampak luapan sungai sejak musim hujan ini. “Pertama yakni di pertengahan Desember 2016 lalu dan yang kedua yakni awal Januari 2017 ini,” kata Roni.

Dia melanjutkan, pertama yaitu saat akan proses tanam. Karena tergenang luberan sungai, akhirnya tidak jadi bercocok tanam. Namun, seminggu kemudian ia menanami kembali, tetapi seminggu setelahnya kembali tergenang air.

Diketahui, untuk bulan Desember 2016 lalu, puluhan hektare sawah warga Desa Batu Kali sudah tergenang luberan air dari Sungai Setanjung. “Akhir bulan Desember 2016 lalu malah puluhan hektare tergenang luberan air. Selain itu, sawah yang ada di Desa Bandungrejo juga ikut tergenang. Sebab dua desa ini mempunyai area persawahan yang berdampingan. Secara otomatis, sawah Desa Batu Kali dan Bandungrejo juga bisa dikatakan rawan terkena luberan aliran Sungai Setanjung,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Sempat Kerja Serabutan, Satrio Nugroho Akhirnya Meraih Sukses Setelah Tekuni Profesi Inseminator

Selengkapnya →