Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kepala SMAN 1 Mlonggo Pasrah Jika Dirinya Dikenakan Sanksi



Reporter:    /  @ 15:23:07  /  7 Januari 2017

    Print       Email
Audiensi yang dilakukan di SMAN 1 Mlonggo, Sabtu (7/1/2017) terkait adanya belasan siswa yang pingsan akibat menjalankan sanksi dari kepala sekolah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Audiensi yang dilakukan di SMAN 1 Mlonggo, Sabtu (7/1/2017) terkait adanya belasan siswa yang pingsan akibat menjalankan sanksi dari kepala sekolah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Kepala SMAN 1 Mlonggo Gunawan Amrillah mengaku pasrah jika menerima sanksi atas sikapnya, terkait tindakan sanksi disiplin yang diberikan kepada puluhan siswanya berupa lari dan baris berbaris di bawah guyuran hujan, sehingga, menyebabkan belasan siswa ada yang pingsan.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak terkait. Itu pelajaran bagi saya, dan saya akan ambil hikmahnya. Apapun sanksinya, saya pasarah saja. Sebab, ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya dan membenahi sistem yang ada,” ungkapnya.

Dirinya juga menyatakan, jika, dirinya memberikan sanksi kepada puluhan siswanya awalnya masih dalam cuaca yang cerah. “Kemarin itu sekitar pukul 06.30 WIB memang belum turun hujan, dan cuacanya juga cerah.Nah, setelah pukul 07.00 WIB, tiba-tiba hujan turun. Ketika itu, saya juga mengimbau kepada siswa yang dihukum, bila ada yang tak kuat, maka boleh berhenti. Namun saat itu siswa tak ada yang berhenti. Nah terjadilah kejadian pingsan itu,” paparnya.

Ia juga menilai, jika sanksi yang diberikan kepada siswanya tersebut bukan bertujuan untuk menyiksa, namun, lebih untuk memberikan pendidikan disiplin, pendidikam karakter dan lainnya. “Saya juga punya hati nurani Mas. Makanya, saya juga mengimbau kepada anak untuk berhenti bagi yang sudah tidak kuat. Namun siswa itu tidak berhenti, dan tetap melanjutkan menjalankan sanksi,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Jepara Sunarto mengatakan, pihaknya akan mengimbau kepada yang bersangkutan untuk bisa menggunakan sistem pendidikan yang ada.

“Ini merupakan bentuk pembelajaran bagi yang bersangkutan juga, sebagai bentuk instrospeksi. Sehingga kedepannya bisa menggunakan aturan pendidikan yang ada. Dan bukan menggunakan sistem hukuman siswa seperti ini,” kata Narto.

Salah satu wali murid SMAN 1 Mlonggo Yusuf Mualim mengatakan, kasus ini seharusnya diproses dengan sesuai aturan, sehingga kedepannya tak ada kejadian yang serupa.

“Meskipun anak saya tak di hukum, namun anak saya juga terkena imbasnya. Yakni sakit panas. Sebab, rata- rata siswa ikut solidaritas hujan-hujanan, lantaran tidak tega melihat temannya yang dihukum di saat hujan. Mereka secara spontanitas ikut hujan-hujanan di luar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ternyata Begini Cara Napi Rutan Jepara Kabur dari Tahanan

Selengkapnya →