Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Gubernur Ganjar Ngaku Difitnah Disuap Haryanto Rp 3 Miliar untuk Melantik ASN Pati



Reporter:    /  @ 13:28:46  /  7 Januari 2017

    Print       Email
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku difitnah disuap Bupati Pati nonaktif Haryanto Rp 3 miliar melalui SMS misterius terkait pelantikan ASN Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku difitnah disuap Bupati Pati nonaktif Haryanto Rp 3 miliar melalui SMS misterius terkait pelantikan ASN Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku mendapatkan pesan singkat (SMS) misterius tanpa nama yang menyebut dirinya disuap Bupati Pati nonaktif Haryanto senilai Rp 3 miliar untuk melantik aparatur sipil negara (ASN) Pati. Pesan itu dinilai sebagai sebuah fitnah besar, sehingga dia merasa dihina oleh pengirim pesan.

“SMS masuk ke nomor saya. Ganjar malam ini nekat melantik para PNS (pegawai negeri sipil), karena disuap Haryanto Rp 3 miliar,” ujar Ganjar menirukan SMS misterius yang dilayangkan kepadanya, di depan ASN Pati usai dilantik pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono, Jumat (6/1/2017) malam.

Ganjar juga mengaku membalas SMS tersebut dengan kalimat, “Panjenengan sinten ndoro?” Namun, pengirim pesan misterius itu tidak mau menyebutkan identitasnya. Karena itu, Ganjar sempat meminta kepada Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo yang hadir untuk melacak dan menyelidiki pelaku SMS fitnah yang ditujukan kepadanya.

“Kalau ada korupsi di sini, bongkar. Kalau ada publik yang tahu, ada suap-menyuap, laporkan. Nanti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saya hadirkan di sini. Saya sedih ada SMS dari pengecut-pengecut, saya tanya tidak mau menyebut nama, ngundang tidak berani, hanya memaki-maki,” tutur Ganjar.

Orang nomor satu di Jawa Tengah ini juga memastikan bila kehadirannya di Pati menyangkut nasib warga Pati dan PNS yang tidak kunjung dilantik Budiyono. Bila tidak segera ditangani, gaji PNS tidak akan turun, sedangkan nasib rakyat juga dipertaruhkan karena tidak segera mendapatkan pelayanan publik.

“Saya difitnah, tidak saya hapus SMS-nya. Untuk proses hukum, saya minta tolong Pak Kapolres untuk menyelidikinya. Saya tersinggung diomongkan dengan orang fitnah dengan kejam. Saya tidak ada urusan apapun di Pati. Urusan saya adalah nasib warga Pati dan nasib PNS,” tandas Ganjar.

Lagipula, pelantikan pada akhirnya dilakukan Budiyono pada Jumat (6/1/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Sedangkan Ganjar datang untuk memberikan sambutan, usai ASN Pati dilantik Budiyono.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →