Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

4 Kecamatan di Kudus Ini Rawan Longsor



Reporter:    /  @ 14:00:25  /  7 Januari 2017

    Print       Email
Warga kerja bakti saat usai bencana longsor yang terjadi di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Gebog, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga kerja bakti saat usai bencana longsor yang terjadi di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Gebog, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bencana yang terjadi di Kudus nyaris menimpa semua kecamatan yang ada. Namun dari sembilan kecamatan terdapat empat kecamatan yang memiliki potensi bencana yakni longsor, dan sisanya adalah potensi banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan menyebutkan, keempat wilayah rawan longsor tersebut meliputi Kecamatan Gebog, Dawe, Undaan dan Jekulo.

Paling mengancam adalah longsor, dan jika lebih spesifik, Peta paling rawan yaitu Desa Rahtawu, Menawan, Jurang dan Desa Kedungsari (Gebog), serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, Cranggang dan Kajar Kecamatan Dawe. Desa- desa tersebut berada di kawasan lereng Pegunungan Muria,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Sabtu (7/1/2017).

Sebenarnya total desa yang rawan longsor ada 17 desa. Selain kawasan lereng gunung Muria, wilayah lain yakni kawasan hutan pegunungan Kendeng di Desa Wonosoco Undaan, serta sekitar hutan Patiayam di Desa Terban, Godoharum dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo.

Selain longsor, Kudus juga memiliki wilayah rawan genangan air karena lokasi tanah yang rendah. Totalnya ada sekitar 40 desa dan 39 lahan persawahan rawan banjir dan genangan. Yakni Kecamatan Mejobo, Jekulo, Jati, Undaan dan Kaliwungu.

Camat Undaan Kudus Catur Widiyatno mengakui, dari 16 desa di wilayahnya, delapan desa di antaranya rawan banjir, baik terhadap areal persawahan maupun permukiman. “Daerah rawan banjir yaitu Desa Wates, Ngemplak, Undaan Lor, Karangrowo, Larikrejo, Kutuk, Berugenjang dan Wonosoco. Kami harus komunikasi secara intensif dengan melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ternyata Begini Cara Napi Rutan Jepara Kabur dari Tahanan

Selengkapnya →