Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Rumah Mantan Politisi PDIP Pati jadi Posko Pemenangan Kotak Kosong



Reporter:    /  @ 16:48:44  /  2 Desember 2016

    Print       Email
Rumah mantan anggota DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Umi Warsum yang terdapat logo PDIP menjadi posko pemenangan kotak kosong di Desa Tlogoayu, Gabus, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Rumah mantan anggota DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Umi Warsum yang terdapat logo PDIP menjadi posko pemenangan kotak kosong di Desa Tlogoayu, Gabus, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah mantan politisi PDI Perjuangan yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati Fraksi PDIP, Umi Warsum dijadikan sebagai posko relawan pemenangan kotak kosong pada Pilkada 2017. Baner posko pemenangan relawan kotak kosong terpampang besar di depan rumah Umi di Jalan Raya Tlogoayu-Pati, Kecamatan Gabus, Pati.

Sontak, hal itu mengejutkan publik. Pasalnya, rumah Umi juga terdapat logo PDIP dengan ukuran yang sama dengan baner posko pemenangan relawan kotak kosong. Baner kotak kosong berada di lantai atas, sedangkan logo PDIP berada di lantai pertama.

Padahal, PDIP sudah menjatuhkan rekomendasi kepada pasangan Haryanto-Saiful Arifin. Karena itu, rumah Umi yang terdapat logo PDIP sekaligus baner posko pemenangan relawan kotak kosong dipersoalkan.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Pati, Siti Asiyah bereaksi keras menanggapi persoalan tersebut. “Jelas, saya sangat menyayangkan. Itu rumah mantan anggota dewan dari fraksi PDIP yang jelas-jelas mestinya mendukung rekomendasi partai, bukannya malah jadi posko kotak kosong,” ujar Asiyah kepada MuriaNewsCom, Jumat (2/12/2016).

Asiyah sendiri mendapatkan laporan tersebut, Kamis (1/12/2016). Dia mengaku kaget, karena Umi merupakan orang PDIP yang semestinya mengamankan rekomendasi dari DPP PDIP, bukan menjadikan rumahnya sebagai posko pemenangan relawan kotak kosong.

Seperti diberitakan sebelumnya, PDIP yang memiliki delapan kursi di DPRD Pati menyatakan dukungannya kepada paslon Haryanto-Arifin, karena DPP PDIP menjatuhkan rekomendasi kepada keduanya. PDIP bersama tujuh parpol mengusung Haryanto-Arifin, sehingga keduanya ditetapkan sebagai calon tunggal dan harus berhadapan dengan kotak kosong.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →