Publisher is the useful and powerful WordPress Newspaper , Magazine and Blog theme with great attention to details, incredible features...

Prajurit TNI AD di Pati Doa Bersama untuk Keselamatan NKRI

14
kodim-pati-e
Prajurit TNI AD di Pati menggelar doa bersama untuk keselamatan NKRI dari Kamis (1/12/2016) malam hingga Jumat (2/12/2016) dini hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Prajurit TNI AD dari Komando Distrik Militer 0718/Pati menggelar kegiatan doa bersama untuk keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doa bersama tersebut digelar di Mushola Al Falah Kodim 0718/Pati, Jalan P Sudirman, Pati, Kamis (1/12/2016) malam hingga Jumat (2/12/2016) dini hari.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, Indonesia saat ini mulai dijajah dengan modernisasi. Terutama rongrongan dari negara luar. Salah satunya, pencurian sumber daya alam (SDA), illegal fishing, hingga upaya memecah belah umat dalam perang proksi.

”Kita doa bersama dengan jajaran internal Kodim dan Koramil untuk keselamatan NKRI. Tujuannya supaya NKRI diselamatkan dari penjajahan modernisasi. Terutama rongrongan dari negara luar supaya sumber daya alam kita tetap terjaga dari pencurian, termasuk illegal fishing. Doa dilakukan pada Kamis malam hingga Jumat pagi, sampai salat Subuh,” kata Letkol Inf Andri.

Di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks, Dandim meminta kepada semua anggota prajurit TNI di Pati untuk selalu ikhlas dan waspada dalam bertugas. Pasalnya, prajurit TNI saat ini tidak hanya bertugas untuk pengamanan teritorial saja, tetapi juga berbagai tugas kemanunggalan dengan rakyat, seperti pemantauan pupuk, luas tambah tanam (LTT), upaya khusus (pusus) swasembada pangan, dan masih banyak lagi lainnya.

Terkait dengan perkembangan situasi aksi demonstrasi di Tugu Monas, pihaknya sudah menginstruksikan kepada warga untuk berdoa di rumah ibadah masing-masing. Hal itu dinilai akan bisa menjaga kondusivitas daerah. Namun, sejumlah warga yang berangkat ke Jakarta diharapkan bisa melakukan aksi bermartabat dan tidak anarkis.

”Saat ini, kesadaran hati untuk mencintai rakyat Indonesia mulai terkikis. Pentingnya memahami arti dan wawasan kebangsaan juga mulai berkurang. Hal itu yang membuat prajurit TNI AD tergugah untuk terus menggelorakan semangat kebersamaan agar NKRI tetap terjaga dengan baik,” pungkas Dandim.

Editor: Kholistiono

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.