Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kepala Madrasah Berprestasi di Pati Ini Terima Penghargaan dari Presiden Jokowi



Reporter:    /  @ 10:00:05  /  1 Desember 2016

    Print       Email
Kepala Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatul Banin, Pekalongan, Winong, Ahmad Adib Al Arif (kanan) berfoto bersama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kepala Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatul Banin, Pekalongan, Winong, Ahmad Adib Al Arif (kanan) berfoto bersama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kepala Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatul Banin, Pekalongan, Winong, Pati, Ahmad Adib Al Arif menerima penghargaan Satya Lencana Pendidikan Indonesia dari Presiden Joko Widodo. Anugerah itu diterima Adib pada peringatan Hari Guru Nasional di Bogor, Minggu (27/11/2016).

Ada 43 guru dan kepala sekolah berprestasi dan berdedikasi tinggi dalam pendidikan yang diberikan Jokowi. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya dan Madrasah Tarbiyatul Banin untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik,” ujar Adib, Kamis (01/12/2016).

Salah satu hal yang membuat Adib mendapatkan penghargaan dari presiden, antara lain keberhasilannya mengembangkan pendidikan terpadu di Madrasah Tarbiyatul Banin. Keterpaduan model pendidikan pesantren dan ilmu pengetahuan umum modern dinilai dapat mencetak pelajar dengan sumber daya manusia (SDM) yang baik. Tak sekadar cerdas di bidang ilmu pengetahuan umum, tetapi juga terpuji dalam konteks tingkah laku.

Madrasah Tarbiyatul Banin sendiri terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Di dalamnya juga terdapat pondok pesantren yang didukung dengan sejumlah lembaga pelatihan kerja swasa (LPKS).

“Keberadaan LPKS untuk membekali peserta didik dengan berbagai keterampilan atau skill, seperti komputer, reparasi sepeda motor, menjahit, hingga membatik. LPKS diharapkan menjadi bekal hidup bagi peserta didik karena sudah memiliki life skill,” kata Adib.

Konsep madrasah terpadu yang berada di bawah naungan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama tersebut berdiri sejak 1930 dan melahirkan banyak alumni berprestasi di berbagai bidang. Dalam kolaborasinya, sistem pendidikan pesantren salaf diterapkan melalui kurikulum lokal kepesantrenan, sedangkan sistem pendidikan modern diaplikasikan melalui kurikulum nasional sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →