Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Pilkades Logede Rembang Diwarnai Dugaan Praktik Politik Uang



Reporter:    /  @ 18:36:22  /  30 November 2016

    Print       Email
Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat memantau pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Logede. (Dok.Humas Polres Rembang)

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat memantau pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Logede. (Dok.Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Logede, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang,diwarnai dengan aksi yang mencederai proses demokrasi, dengan adanya dugaan praktik politik uang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga mengaku tak hanya menerima uang, tetapi juga mendapatkan bingkisan seperti nasi, beras, hingga mie instan. Bingkisan dan sejumlah uang itu diterima hampir semua warga Desa Logede. Letaknya yang jauh dari pusat kota membuat para calon bisa sedikit leluasa melakukan berbagai cara kampanye. Baik yang sesuai aturan ataupun tidak.

Beberapa warga Logede mendapatkan sejumlah uang dari calon kades, besarannya bervariasi antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Pembagian uang itu, berlangsung dua hari sebelum pelaksanaan pilkades.

Hampir semua warga Desa Logede menerima bingkisan dari dua calon kades. Bingkisan pertama diberikan pada Senin (28/11/2016) siang. Isinya berupa nasi beserta lauk pauk. Di dalam bingkisan itu, juga terdapat amplop yang isinya uang Rp 20 ribu. Keesokan harinya pada Selasa (29/11/2016) pagi, warga kembali menerima bingkisan dari calon.

Salah seorang warga Desa Logede yang enggan disebut namanya menjelaskan, dia menerima bingkisan kemarin sekitar pukul 05.30 WIB. “Bingkisan tersebut diantar oleh ibu-ibu menggunakan sepeda motor, yang kanan kirinya terdapat keranjang untuk menaruh barang. Di dalam bingkisan yang dibungkus dengan plastik putih itu, terdapat beras sekitar 1,5 kilogram dan empat bungkus mie instan. Selain itu, ada juga kertas bergambar calon kades. Dari yang mengantar ke sini, tidak ada minta doa restu. Tapi, warga juga sudah paham maksudnya apa,” ujar sumber.

Terkait hal ini, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengajak semua elemen masyarakat Rembang untuk kritis terhadap segala hal. Terutama mewaspadai perdaraan uang palsu (upal) yang kemungkinan beredar.

Menurutnya, berbagai cara akan dilakukan para calon untuk menang pada pilkades, salah satunya menghalalkan praktik politik uang dengan menggunakan uang palsu. Untuk itu, pihaknya mewanti-wanti masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan praktik tersebut.”Kami juga minta masyarakat tidak melakukan praktik-praktik intimidasi,” ungkapnya.

Kapolres juga mengimbau kepada seluruh calon atau pendukung calon untuk bisa sama-sama menghormati hasil pilkades. Hal tersebut untuk menghindari adanya perpecahan di kalangan masyarakat. “Semua calon dan simpatisannya, diharapkan bisa saling  menghormati keputusan panitia, maupun hasil pilkades. Supaya nantinya akan bisa menciptakan kondisi yang aman,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →