Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Volume Air Berkurang, Area Sabuk Hijau Waduk Kedung Ombo Ditanami Ribuan Pohon



Reporter:    /  @ 20:00:18  /  30 November 2016

    Print       Email
Bupati Grobogan Sri Sumarni beserta pejabat lainnya melangsungkan penanaman pohon di area sabuk hijau Waduk Kedung Ombo, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni beserta pejabat lainnya melangsungkan penanaman pohon di area sabuk hijau Waduk Kedung Ombo, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Upaya mencegah makin berkurangnya volume air di Waduk Kedung Ombo (WKO) dilakukan dengan cara menanami area sabuk hijau (green belt) dengan ribuan pohon penghijauan. Acara penanaman yang diberi tajuk Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) itu dilangsungkan Rabu (30/11/2016).

Acara penanaman area sabuk hijau secara simbolis dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni berserta perwakilan dari Pemkab Sragen, dan Boyolali. Seperti diketahui, kawasan WKO memang berada di tiga wilayah kabupaten tersebut.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Kepala Dinas PSDA Jateng Prasetyo Budhie Yuwono dan pejabat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.

Aksi penanaman kembali area sabuk hijau dilakukan di Pulau Dombang yang berlokasi di tengah Waduk Kedung Ombo. Kawasan ini masuk wilayah Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali. Rombongan pejabat naik perahu mesin selama 10 menit menuju lokasi penghijauan.

Kepala Dinas PSDA Jateng Prasetyo Budhie Yuwono menyatakan, luas area sabuk hijau di kawasan Waduk Kedung Ombo sekitar 2.000 hektare. Dari luasan ini, sekitar 800 hektar atau 40 persen dalam kondisi kritis karena adanya penebangan liar.

Adanya penebangan liar ini dalam jangka panjang membawa dampak negatif. Yakni, bisa mempercepat proses  sedimentasi waduk lantaran makin sedikitnya pohon yang bisa menahan tanah.

“Pada awalnya volume waduk bisa menampung sekitar 720 juta meterkubik. Sekarang ini tinggal 688 juta meter kubik air yang bisa tertampung atau berkurang sekitar 40 juta meter kubik,” katanya. 

Jika hal itu dibiarkan, maka makin lama air yang ditampung menyusut terus. Padahal air WKO diharapkan bisa tetap mengairi 60.000 hektare lahan pertanian di sejumlah kabupaten. Seperti, Grobogan, Kudus, Pati, Demak dan Jepara.

“Melihat kondisi ini, maka salah satu upaya penyelamatan adalah melakukan reboisasi di area sabuk hijau. Total, ada 4.000 pohon yang akan kita tanam di sana,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengapresiasi upaya penghijauan yang dilakukan di area sabuk hijau tersebut. Ia berharap, agar tanaman yang sudah ditanam dirawat dengan baik sehingga tujuan dari penghijauan bisa tercapai. 

Di sisi lain, Sri Sumarni juga meminta pada masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar sabuk hijau bisa menjaga tanaman penghijauan yang ada. “Keberadaa tanaman di area sabuk hijau itu penting sekali untuk menyimpan air serta menahan erosi dan mencegah proses sedimentasi waduk. Jadi mari kita jaga bersama tanamannya,” ujarnya. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →