Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Guru Besar Arkeologi dari Prancis Kunjungi ‘Museum’ Banjarejo Grobogan



Reporter:    /  @ 16:06:38  /  30 November 2016

    Print       Email
Francois Semah beserta istrinya Anne Marie Semah saat berkunjung ke “Museum” Banjarejo, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Francois Semah beserta istrinya Anne Marie Semah saat berkunjung ke “Museum” Banjarejo, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Banyaknya penemuan benda bersejarah di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, ternyata tidak hanya memancing ketertarikan dari warga sekitar saja. Tetapi juga mulai dilirik wisatawan dari mancanegara.

Hal ini dibuktikan dengan adanya kunjungan warga Negara Prancis yang bernama Francois Semah beserta istrinya Anne Marie Semah, Rabu (30/11/2016). Pria asal Prancis ini bukan wisatawan biasa, tetapi merupakan seorang professor arkeologi ternama di dunia.

“Nama Profesor Francois Semah ini sudah saya kenal ketika berkunjung ke Museum Sangiran beberapa waktu lalu. Saat berkunjung ke sana, saya diberi tahu tentang nama profesor ini, yang juga ikut andil mengenalkan keberadaan Museum Sangiran di kancah internasional,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Dari penelusuran dari berbagai sumber, sosok guru besar dari Prancis ini ternyata sudah banyak jasanya terhadap perkembangan penelitian dan studi arkeologi di Indonesia. Bahkan, guru besar dan arkeolog Museum National d’Histoire Naturelle Prancis ini pernah mendapat penghargaan kehormatan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, beberapa waktu lalu.

“Terus terang saya tidak menyangka bakal dapat kunjungan tamu istimewa hari ini. Ternyata profesor ini, selain bisa komunikasi dengan Bahasa Indonesia juga pandai berbahasa Jawa,” sambung Taufik.

Ia menyatakan, kunjungan yang dilakukan pakar arkeologi itu dilakukan mendadak. Sebelumnya, dia juga tidak pernah dapat kabar bakal kedatangan orang penting tersebut. Bahkan, Taufik mengaku sedang tidur saat pasangan suami-istri itu tiba di rumahnya yang sementara jadi tempat penyimpanan koleksi benda bersejarah tersebut, sekitar pukul 14.00 WIB.

“Saya tadi kaget dibangunkan kalau ada tamu orang asing yang datang melihat koleksi benda bersejarah. Ternyata, tamunya bukan wisatawan biasa,” ungkapnya.

Taufik menyatakan, tamu istimewa itu hanya berkunjung singkat, sekitar 30 menit. Oleh sebab itu, tidak begitu banyak yang sempat diperbicangkan. Hanya saja, professor dari Prancis itu menjanjikan bakal melakukan penelitian di Banjarejo tahun depan.

“Tadi, beliaunya agak buru-buru. Soalnya, harus menghadiri acara di Salatiga. Meski hanya singkat, namun saya merasa bangga sudah dikunjungi Profesor Francois Semah dan istri. Mudah-mudahan, beliau nanti jadi melakukan penelitian di sini dan ikut mengangkat nama Banjarejo di kancah internasional,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →