Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Jejak Stasiun KA Mayong Jepara yang Mempesona



   /  @ 16:47:21  /  29 November 2016

    Print       Email
Bangunan Stasiun Mayong Jepara yang kini telah beralih fungsi di Grabag Magelang. (rumahkuliner.wordpress.com)

Bangunan Stasiun Mayong Jepara yang kini telah beralih fungsi di Grabag Magelang. (rumahkuliner.wordpress.com)

MuriaNewsCom, Jepara – Jejak perkeretapian di wilayah Jepara masih terasa. Sebab, wilayah Jepara dulunya sempat dilintasi kereta api. Kini, moda transportasi tersebut tinggal kenangan.

Sekadar nostalgia, jejak kereta api yang membekas adalah Stasiun Mayong. Ternyata, stasiun itu merupakan salah satu yang tertua di Jawa. Stasiun itu berdiri pada 1873.

Dulunya, bangunan stasiun sangat elok. Stasiun terbuat dari kayu jat pilihan. Bentuknya masih berkarakter. Lokasi Stasiun Mayong dahulunya di daerah Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, tepatnya depan SMPN 2 Mayong.

Ada yang mengatakan konon stasiun itu dibangun untuk memudahkan pengangkutan hasil kerajinan mebel kayu dari Jepara. Untuk selanjutnya dinaikkan ke kapal via Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain juga untuk mempermudah hasil Pabrik Gula Pecangaan yng sekarang menjadi PT Dasaplas.

Jalur kereta api Kudus-Mayong

Jalur kereta api Kudus-Mayong

Stasiun Mayong juga menjadi salah satu titik berkumpulnya penumpang. Dulu, terdapat perusahaan kereta api dan trem Semarang Joana Stroomtram Maatschappij (SJS). Perusahaan tersebut pada tahun 1885 membuka jalur Semarang-Genuk-Demak-Kudus-Pati-Joana (sekarang Juwana).

Setelah itu, Pada 5 Mei 1895 Stroomtram Maatschappij (SJS) menambah jalurnya ke timur yakni membuka jalur Kudus-Mayong- Gotri-Pecangaan. Pada 1 Mei 1900 juga menambah jalur kereta api ke barat hingga mencapai Rembang dan Lasem. Pada tahun itu juga, pada 10 November SJS membuka jalur baru lagi yang melayani rute Mayong-Welahan-Demak-Semarang.

Tentang Stasiun Mayong

Tentang Stasiun Mayong

Sejak tahun 1980, penumpang turun drastis karena pelebaran jalan dan makin bannyaknya kendaraan pribadi. Akhirnya stasiun ini dinon-aktifkan. Saat ini lokasinya menjadi kios-kios toko, Sedangkan bangunan stasiun itu sudah tidak ada karena telah dipindahkan oleh investor akhir tahun 1990-an.

Bangunan stasiun itu ditempati dan menjadi Losari Spa Retreat & Coffee Plantation daerah Grabag Magelang.

 Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →