Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Bupati Kudus: ASN Harus Buktikan Bukan Pegawai yang Lemot



Reporter:    /  @ 12:50:27  /  29 November 2016

    Print       Email
Bupati Kudus H Musthofa bersama anak-anak yang memberinya kenang-kenangan berupa sketsa diri, dalam peringatan HUT Korpri, di pendapa kabupaten, Selasa (29/11/2016). (ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa bersama anak-anak yang memberinya kenang-kenangan berupa sketsa diri, dalam peringatan HUT Korpri, di pendapa kabupaten, Selasa (29/11/2016). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus H. Musthofa menjadi inspektur upacara peringatan HUT Korpri ke-45, di halaman pendapa kabupaten, Selasa (29/11). Upacara tersebut juga sebagai peringatan HUT PGRI ke-71 dan Hari Kesehatan Nasional ke-52.

Upacara yang dihadiri forkopinda, pejabat, pegawai, organisasi profesi, pelajar, serta unsur masyarakat lain, diharapkan bukan hanya seremoni penggugur kewajiban saja.

”Saya sebagai pembina Korpri Kabupaten Kudus, meminta kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN), untuk mampu berkompetisi dalam kebaikan dan kualitas,” tegasnya.

Lebih penting lagi bupati mengingatkan akan peran dan fungsi ASN sebagai pelayan masyarakat. Untuk itu, profesionalisme menjadi kata kunci dalam pengabdian tersebut.

Menurut bupati, dengan peningkatan profesionalisme itulah, modal penting melayani untuk mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera. ”Kalau selama ini PNS dibilang lemot, saya minta untuk membuktikan, bahwa PNS mampu bekerja dengan profesional dan mampu memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Sebagai wujud komitmennya pada para PNS, bupati telah menganggarkan TPP tertinggi se-Jawa Tengah. Namun demikian, raihan tersebut harus diimbangi dengan kualitas pelayanan. Masyarakat juga bisa memberikan penilaian kinerja melalui aplikasi Menjaga Amanah Rakyat (Menara) dalam kerangka Kudus sebagai cybercity.

Menyinggung tentang layanan pendidikan, bupati yang kini menempuh pendidikan S3 Doktoral Ilmu Sosial Undip ini, telah menggratiskan pendidikan di Kudus. Anggaran senilai Rp 29 miliar untuk warga Kudus mulai SD hingga SMA/SMK negeri, juga telah dikucurkan.

Termasuk layanan kesehatan juga terus ditingkatkan. Gagasan dan ide cerdas terus ditelorkan untul masyarakat. Seperti layanan rawat inap puskesmas dan pembebasan biaya di kelas III RSUD dr Loekmono Hadi adalah buktinya.

”Semua jajaran kesehatan saya minta layani masyarakat dengan baik. Jangan dipersulit. Baik itu di rumah sakit negeri atau swasta, semua sama,” pesannya.

Di akhir amanat, bupati yang juga ketua harian Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang ini, ingin menggerakkan semua komponen masyarakat. ”Karena Kudus bisa semakin maju dan sejahtera bukan hanya di tangan seorang bupati saja, melainkan butuh kebersamaan seluruh masyarakat,” terangnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan Satyalancana Karyasatya bagi para PNS atas pengabdian yang telah diberikan. Selain itu ditampilkan tari kolosal Bhinneka Tunggal Ika Indonesia Satu yang diperagakan oleh 300 siswa SD, SMP, dan SMK.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →