Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Warga Sambiroto Pati Sukses Kembangkan Budidaya Ikan Nila Air Payau



Reporter:    /  @ 15:54:36  /  28 November 2016

    Print       Email
Pembudidaya ikan, Mamik dan Mustamir, tengah memanen ikan nila air payau, sebelum dikirim ke penjual, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pembudidaya ikan, Mamik dan Mustamir, tengah memanen ikan nila air payau, sebelum dikirim ke penjual, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Budidaya ikan nila selama ini dikenal menggunakan air tawar. Berbeda dengan Mamik Kundori, warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati ini mulai mengembangkan budidaya ikan nila menggunakan air payau.

Dengan modal tebar 15.000 bibit, Mamik berhasil memanen 1,3 ton ikan nila. Tingkat kegagalan dikatakan cukup minim. Dari 15.000 bibit yang ditebar, 3.000 ekor di antaranya mati karena tidak berhasil beradaptasi dengan air payau.

“Ini baru pertama kali kami melakukan budidaya ikan nila salin menggunakan air payau. Dari modal awal Rp 6 juta, kami berhasil memanen 1,3 ton ikan seharga Rp 27,3 juta. Hasil ini jauh lebih menguntungkan ketimbang budidaya bandeng. Jelas, ini sangat prospektif,” ujar Mamik kepada MuriaNewsCom, Senin (28/11/2016).

Karena itu, dia berharap agar budidaya ikan nila salin atau air payau bisa menjadi alternatif pengembangan budidaya ikan nila. Selain rasa ikannya diakui lebih gurih, teknik ini disebut lebih efektif karena sudah bisa panen hanya dalam waktu tiga bulan.

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Tayu Makmur Sejahtera, Mustamir menambahkan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengembangkan budidaya ikan nila salin. Salah satunya, proses adaptasi dari air tawar ke air payau.

“Untuk bibit, kami biasa ambil dari Balai Benih Ikan (BBI), persiapan tebar bibit juga yang diperhatikan, pengeringan yang cukup, manajemen air, salinitas kadar garam tidak boleh lebih dari 15, dan satu hektare tambak idealnya diisi sekitar 50.000 bibit nila,” kata Mustamir.

Saat ini, ikan nila yang berhasil mereka panen dijual ke pasar tradisional di sekitar Tayu dan Pati, serta dikirim ke Semarang. Satu kilogram ikan nila salin dijual kepada pedagang sekitar Rp 21 ribu. Di pasar, penjual biasanya menjualnya dengan harga Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →