Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini
KEISTIMEWAAN GARAM ASAL DESA JONO (5)

Garam Asal Desa Jono Grobogan Disebut Miliki Rasa Gurih



Reporter:    /  @ 09:50:03  /  26 November 2016

    Print       Email
Kades Jono Eka Winarna menunjukkan garam dari desanya yang dipakai pemilik warung makan di Jalan Purwodadi-Blora. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kades Jono Eka Winarna menunjukkan garam dari desanya yang dipakai pemilik warung makan di Jalan Purwodadi-Blora. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Garam asal Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan dinilai tidak sama dengan produk serupa yang dibikin dari air laut. Dari segi fisiknya, garam Jono warnanya tidak seputih garam laut karena terlihat putih agak kecoklatan. Di samping itu, garam Jono bentuk butirannya sedikit lebih besar dari garam laut.

Di samping itu, rasa garam Jono juga dinilai lebih enak. Rasa garam Jono, tidak seasin garam laut dan sedikit ada rasa gurihnya. “Coba saja dicicipi sejumput. Rasa garam Jono ada gurihnya. Tidak seperti garam laut yang dominan asinnya,” kata Kades Jono Eka Winarna.

Menurut Eka, rasa gurih itu bisa jadi disebabkan adanya beberapa kandungan mineral yang ada pada garam Jono. Termasuk kandungan zat alami yang bisa memunculkan bleng atau bahan pengawet makanan. Bleng ini, didapat dari sisa air dalam belahan bambu yang tidak bisa mengkristal jadi garam.

Hasil produksi garam warga Jono selama ini tidak hanya dinikmati warga setempat saja. Tetapi juga warga lainnya di sekitar Desa Jono. Garam Jono tidak hanya dipakai untuk kebutuhan rumah tangga saja. Tetapi, banyak juga warung makan di wilayah Kecamatan Tawangharjo yang menggunakan garam dari air tanah itu.

Salah seorang pemilik warung makan di Jalan raya Purwodadi-Blora, Sri Rahayu mengaku sudah buka usaha lebih dari lima tahun. Sejak pertama jualan sampai sekarang, ia menggunakan garam Jono untuk bumbu masakan.

“Garam Jono ini saya nilai istimewa. Kalau pakai garam ini, saya tidak pernah menambahi bumbu penyedap lainnya. Cukup pakai garam Jono, masakan sudah berasa sedap,” kata perempuan berusia 50 tahun itu.

Sementara itu, dari segi medis, garam Jono ternyata tidak mengandung unsur yodium. Namun, unsur itu bisa ditambahkan dalam proses pembuatan garam. “Para pembuat garam di Jono dulu sudah pernah dikasih bimbingan dan pelatihan untuk menambahi unsur yodium. Saya ingat betul, karena waktu itu masih menjadi Kepala Puskesmas Tawangharjo,” kata Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Johari Angkasa.

Menurutnya, penggunaan garam beryodium sangat penting bagi kesehatan keluarga. Sebab, zat yodium itu punya banyak manfaat bagi tubuh manusia. Seperti untuk membantu pertumbuhan dan kecerdasan. Selain itu, bermanfaat untuk memicu pertumbuhan otak, menyehatkan kelenjar tiroid, dan menyehatkan proses tumbuh kembang janin, mencerdaskan otak.

Johari menyatakan, keberadaan garam Jono, baru-baru ini juga sudah didatangi petugas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang. Selain melihat lokasi dan proses pembuatan, BPOM juga sempat mengambil sampel garam untuk diuji laborat. Berdasarkan hasil uji yang sudah diterima dari BPOM tersebut, dalam garam Jono ada sedikit kandungan boraks. Dalam kadar tinggi, boraks bisa digunakan sebagai bahan pengawet.

“Dari hasil ini, kami nanti akan koordinasi dengan BPOM bagaimana caranya supaya bisa menekan kandungan boraks tersebut. Perlu diketahui, Jika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan, boraks bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Selama ini, memang tidak ada persoalan gangguan kesehatan yang disebabkan konsumsi garam Jono. Meski begitu, kami akan terus mengupayakan agar garam dari Jono makin aman untuk dikonsumsi ,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →