Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Persiku Hancurkan Mimpi PS Benteng  



Reporter:    /  @ 21:40:08  /  25 November 2016

    Print       Email
Pemain Persiku bersalaman dengan pemain PS Benteng saat pertandingan di Stadion Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pemain Persiku bersalaman dengan pemain PS Benteng saat pertandingan di Stadion Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak lima pemain PS Benteng mendapatkan kartu merah dalam laga melawan Persiku Kudus, di Liga Nusantara, Jumat (25/11/2016) di Stadion Wergu Wetan Kudus. Kelima pemain tersebut diganjar kartu merah karena berbagai hal.

Kartu merah diberikan tak hanya untuk pemain yang ada di dalam lapangan saja. Melainkan pemain yang berada di bangku cadangan juga diberikan kartu merah karena melukai wasit.

Pada pertandiangan awal semuanya berjalan lancar. Kondisi mulai memanas saat Persiku mendapat hadiah penalti karena handball. Hadiah tersebut dimanfaatkan dengan sempurna Kurnia Nanda dan membawa Persiku unggul .

Melihat hal itu PS Benteng melakukan aksi protes kepada wasit pertandingan Cholid Dalyanto asal DIY. Protes yang dilakukan terus menerus pemain PS Benteng namun wasit tidak menggubris.

Akhirnya, persiku kembali mendapatkan peluang dan dimanfaatkan Irvan Fahrizal dengan tendangannya. Gol kedua tersebut membuat Persiku unggul 2-0 di menit 40. Pertandingn kembali dilanjutkan dengan agak panas.

Dalam pertandingan yang berlangsung, pemain PS Benteng diganjar kartu merah pertama karena melakukan takel dua kali kepada Persiku. Pemain tersebut adalah Gatut Bekti. Pemain PS Benteng yang tak terima langsung mengeroyok wasit bersama pemain PS Benteng lainnya. Beberapa kali wasit juga didorong pemain dan dorongan yang keras.

Melihat hal itu wasit mengeluarkan kartu merah untuk Majid Mony, namun hal itu semakin membuat pemain tak terima dan kembali Ahmad Ramdani juga mendapat kartu merah bersama Doni Setyawan.

Akibatnya pertandiangan benar-benar panas dan nyaris tak terkontrol. Kemarahannya PS Benteng mulai muncul kembali dengan datangnya pemain cadangan bernomor 14, Budi Eka Putra masuk dan menghajar wasit yang sudah terjatuh.

Pertandingan terpaksa dihentikan sekitar 20 menit hingga akhirnya babak pertama usai. Petugas kepolisian dan TNI juga ikut dalam mengamankan pertandiangan agar tidak semakin kacau.

Namun pertandingan kembali dilanjutkan pada babak kedua, dengan PS Benteng yang hanya berjumlah tujuh pemain melawan Persiku yang masih utuh. Keunggulan Persiku kembali bertambah di babak kedua dengan tambahan dua gol. Hasilnya Persiku unggul 4-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Persiku Hidayat mengatakan kalau permainan Persiku bagus. Hanya setelah pemain PS Benteng hanya tujuh pemain, Persiku nampak enggan menyerang dengan kekuatan penuh ke jaring lawan. “Iya, terlihat agak ragu dan sungkan. Mungkin karena mereka sama-sama pemain bola jadi tahu kondisinya,” jawabnya.

Sedangkan pelatih PS Benteng, Muswar Baktari mengucapkan selamat untuk Persiku karena sudah menang. Pihaknya mengakui kekuatan Persiku dan soal kartu merah yang menjamur di pemainnya dianggap hal yang wajar. “Namanya permainan bola juga demikian. Jadi tidak masalah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →