Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tergerus Air, Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Grobogan Ambrol



Reporter:    /  @ 23:55:15  /  25 November 2016

    Print       Email
Jembatan penghubung di Dusun Wonorejo, Desa Karangsono, Karangrayung ambrol karena tanah penahan jembatan longsor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Jembatan penghubung di Dusun Wonorejo, Desa Karangsono, Karangrayung ambrol karena tanah penahan jembatan longsor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Akses jalan antardesa di dua kecamatan menjadi lebih sulit lantaran ambrolnya jembatan penghubung. Yakni, antara Desa Karangsono, Kecamatan Karangrayung dengan Desa Suru, Kecamatan Geyer.

Akibat ambrolnya jembatan ini, warga harus melewati jalur lain yang jaraknya sekitar 5 kilometer untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Jembatan ini dilaporkan roboh pada Jumat (25/11/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.

Camat Karangrayung Hardimin ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya jembatan yang ambrol tersebut. Lokasi jembatan berada di wilayah Dusun Wonorejo, Desa Karangsono.

Jembatan tersebut berada di atas Sungai Pesanggrahan yang merupakan anakan dari Sungai Serang. Ambrolnya jembatan itu disebabkan tanah penyangganya longsor sedikit demi sedikit akibat meluapnya air sungai dan guyuran air hujan dalam beberapa pekan terakhir.

“Fungsi jembatan ini memang cukup vital. Karena jadi akses warga Karangsono ke Desa Suru yang masuk wilayah Kecamatan Geyer. Akibat peristiwa ini, warga harus memutar 5 km jauhnya,” katanya pada wartawan, Jumat (25/11/2016).

Dikatakan, jembatan itu panjangnya 24 meter dengan lebar 3 meter. Di tengah jembatan, ada tiang penyangga yang pondasinya dipancangkan pada dasar sungai. Jembatan ini tidak ambrol keseluruhan. Tetapi separuhnya saja. Yakni, mulai dari atas tiang penyangga hingga ujung jembatan bagian utara.

“Dalam peristiwa ini, tidak ada korban karena kebetulan tidak ada warga yang sedang melintas ketika jembatan ambrol. Kami sudah laporkan ke dinas terkait agar segera ada penanganan. Soalnya, jembatan itu sangat dibutuhkan. Terutama, jadi akses masuk mobil untuk membawa hasil pertanian khususnya sayuran yang akan dijual di Purwodadi,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →