Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini Tanggapan Keluarga Gus Mus Soal Penghinaan yang Dilakukan Pandu Wijaya



Reporter:    /  @ 10:19:25  /  25 November 2016

    Print       Email
Twitter

Twitter

MuriaNewsCom, Rembang – Melalui akun Twitter, seorang netizen bernama Pandu Wijaya menghina KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Akibat perbuatannya tersebut, netizen pemilik akun @panduwijaya_ itu langsung mendapat kecaman dari banyak orang, khususnya warga NU (Nahdlatul Ulama).

Cuitan Pandu Wijaya ini berbunyi, @gusmusgusmu Dulu gk ada aspal gus di padang pasir, wahyu pertama tentang shalat jumat jga saat Rasulullah hijarh ke madinah. Bid’ah Ndasmu!

Mereka menganggap, cuitan Pandu Wijaya tersebut sangat tidak sopan dan jauh dari adab mengingat bahwa Gus Mus yang merupakan sosok pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Rembang tersebut adalah sosok yang sangat dihormati banyak orang karena ilmu dan kharismanya.

Akibat hal ini pula, kini berbuntut panjang. Ada yang akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, ada yang meminta Pandu dipecat dari perusahaan dia bekerja, dan ada pula yang menyarankan agar Pandu Wijaya meminta maaf secara langsung kepada Gus Mus.

Baca juga : Dihina “Bidah Ndasmu”, Begini Sikap Arif Gus Mus

Terkait dengan penghinaan yang dilakukan Pandu Wijaya terhadap Gus Mus, pihak keluarga Gus Mus angkat bicara.

Wahyu Salvana atau yang akrab disapa Gus Wahyu, yang merupakan menantu dari Gus Mus menanggapinya dengan bijak dan tenang. “ Menghadapi hal seperti ini tentunya harus sabar. Kalau keras dihadapi dengan keras, maka akan poklek (patah). Oleh sebab itu, kita harus sabar,” ujar Gus Wahyu ketika disambangi MuriaNewsCom di Pesantren Raudlatuh Tholibin, Kamis (24/11/2016) malam.

Di damping salah satu santri, dirinya juga menyampaikan, jika kasus penghinaan seperti ini tak separah yang dialami Nabi Muhammad SAW ketika itu. “Zaman Jahiliyah itu malah lebih parah, bagaimana Nabi Muhammad SAW dihina dan dilecehkan orang lain. Tetapi, Nabi tidak marah. Hal itu, tentu harus menjadi pembelajaran bagi kita juga, agar tidak cepat marah juga dan sabar ketika dihina orang lain,” ungkapnya.

Selain itu, saat disinggung mengenai kasus penghinaan tersebut apakah dapat mengganggu kegiatan santri atau menimbulkan keresahan terhadap santri, pihaknya menuturkan, bahwa santri tidak terpengaruh dengan hal itu.

“Santri baik-baik saja. Sebenarnya, kalau orang tua atau ayah kita diperlakukan semacam itu, kita sebagai anak juga agak merasa marah dan gimana gitu. Namun, kita juga harus sabar. Namanya juga orang tersebut khilaf,” ucapnya.

Menurut informasi yang berkembang, Pandu Wijaya dikabarkan akan meminta maaf secara langsung kepada Gus Mus. Hal itu, juga ditanggapi positif dari pihak keluarga Gus Mus. “Kalau mau bertamu ya silakan, namanya juga tamu,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →