Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Pati Bakal Punya Sentra Pedagang Kaki Lima



Reporter:    /  @ 09:00:19  /  25 November 2016

    Print       Email
 Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto menunjukkan Perda Nomor 13 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Dia memastikan tidak ada relokasi PKL, sebelum ada tempat baru bagi PKL yang representatif. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto menunjukkan Perda Nomor 13 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Dia memastikan tidak ada relokasi PKL, sebelum ada tempat baru bagi PKL yang representatif. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto memastikan tidak ada penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Pati, sebelum ada tempat pengganti untuk PKL yang representatif.

Sesuai dengan Pasal 15 ayat 1 Perda Nomor 13 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima, PKL yang menempati lokasi yang tidak sesuai peruntukannya bisa direlokasi ke ruang yang sesuai peruntukannya, setelah pemda menyediakan tempat atau kawasan PKL. Mengacu perda tersebut, Joni menegaskan tidak ada penertiban PKL di Pati, selama tempat baru yang representif belum ada.

“Sebagai wakil rakyat, kami tegaskan tidak ada penertiban PKL di Pati, sebelum pemerintah daerah menyediakan tempat baru yang representatif. Ketentuan itu sudah tertuang dalam Perda. Kalau ada pihak yang mencoba menertibkan PKL, tapi belum ada tempat baru, kami akan berada di garda paling depan membela PKL,” ujar Joni.

Menurutnya, penertiban PKL sudah menyangkut hajat hidup orang banyak. Keberadaan PKL tidak bisa ditertibkan, apalagi digusur. Mereka mesti dibina, karena sebagian besar PKL yang berasal dari luar kota banyak yang menikah dan menetap di Pati.

“Wacana pemindahan PKL, kami sepakat harus ada tempat dulu. Kalau belum ada tempat, PKL tidak akan dipindah. Kita sebagai wakil rakyat sudah janji. Saya sendiri yang waktu itu mengawal perda PKL. Lagipula, Pati itu hiburannya kan wisata kuliner di tempat-tempat PKL, cangkrukan,” imbuh Joni.

Rencananya, Pati akan memiliki sentra pedagang kali lima representatif yang memiliki area parkir memadahi, toilet, sarana dan prasarana lainnya. Sentra PKL diharapkan bisa mengakomodasi keberadaan PKL yang selama ini punya peran penting di Pati.

Penataan PKL di Pati akan dilakukan sesuai dengan tiga zona yang ditetapkan dalam Perda, yaitu zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Zona merah adalah daerah larangan bagi PKL, zona kuning bisa digunakan PKL untuk sementara berdasarkan tempat dan waktu, sedangkan zona hijau diperbolehkan untuk aktivitas PKL.

Kawasan PKL yang masuk zona merah, antara lain Jalan Diponegoro, Jalan Kembang Joyo, Jalan P Sudirman, Jalan Pemuda, Jalan Tunggulwulung, dan kompleks Alun-alun Pati. Meski banyak PKL yang saat ini masuk zona merah, keberadaan PKL tidak akan direlokasi, sebelum ada tempat baru yang representatif.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Warga menikmati suasana di titik jalan yang baru selesai dibangun di Purwosari, Kudus. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

Perbaikan Jalan Ratusan Meter di Purwosari Rampung 

Selengkapnya →