Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Aniaya Anak Tiri, Warga Sukoharjo Pati Diadili



Reporter:    /  @ 19:30:33  /  24 November 2016

    Print       Email
 Suasana sidang pemeriksaan saksi yang meringankan terdakwa kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (24/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana sidang pemeriksaan saksi yang meringankan terdakwa kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (24/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Dukuh Ngulaan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Sukawi diadili di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pati, Kamis (24/11/2016). Dia disidang, karena diduga telah melakukan penganiayaan kepada Imelda Pricillia (21), anak tirinya.

Imelda mengatakan, peristiwa penganiayaan berawal ketika dia mendengar ibunya dimaki-maki Sukawi dengan perkataan kotor. Tidak terima, Imelda meminta kepada ayah tirinya untuk pulang. Sebab, Sukawi hidup dengan ibu Imelda, Harni di rumah neneknya.

“Saya mau salat. Saya dengar Pak Kawi ngata-ngatain ibu dan nenek yang sudah meninggal dunia, 40 harinya. Pak Kawi bilang ibu dan nenek saya yang meninggal itu lonte (red: pelacur). Saya panas, nenek saya sudah meninggal ikut dikata-katain. Saya minta Pak Kawi pulang, karena masih tinggal di rumah nenek saya,” tutur Imelda.

Tak terima, Sukawi dikatakan meludahi Imelda, dua hingga tiga kali. Kendati begitu, Imelda tetap meminta ayah tirinya itu pulang hingga ditendang kakinya, dua hingga tiga kali. Meski ditendang, Imelda masih meminta Sukawi untuk pulang sampai perutnya dipukul dan sekali lagi, kakinya ditendang.

“Waktu Pak Kawi mengikuti ibu keluar rumah lewat pintu belakang, Pak Kawi masih marah-marah sama saya. Dia memaki, saya dibilang lonte, anak haram. Mau nendang kaki saya lagi, ibu teriak dan tidak jadi. Dia memang sering marah-marah sama ibu, juga sama nenek ketika masih hidup. Padahal, nenek waktu itu kondisinya sudah payah, pakai oksigen,” kata Imelda.

Bayu Cahyono, ayah Imelda saat ikut mendampingi persidangan mengaku prihatin anaknya teraniaya saat ikut ayah tirinya. Dia berharap, terdakwa diberi hukuman setimpal sesuai dengan perbuatannya.

“Kami percaya pada majelis hakim. Semoga hukum berjalan dengan baik, sesuai dengan keadilan. Kami juga berharap, penganiayaan kepada anak saya tidak memengaruhi kondisi psikisnya. Namun, visum fisik sudah kami lakukan jauh hari sebagai salah satu alat bukti,” kata Bayu.

Sementara itu, terdakwa langsung dikawal petugas, usai mengikuti sidang pemeriksaan saksi yang meringankan terdakwa, sehingga belum bisa dimintai keterangan. Sidang pemeriksaan saksi dari terdakwa yang dimulai sekitar pukul 15.15 WIB tersebut, selesai pada 16.35 WIB.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →