Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Dihina “Bidah Ndasmu”, Begini Sikap Arif Gus Mus



Reporter:    /  @ 17:44:38  /  24 November 2016

    Print       Email
twit_e

Twitter

MuriaNewsCom,Rembang – Seorang netizen bernama Pandu Wijaya melalui akun twitternya melakukan penghinaan terhadap KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, yang merupakan Pengasuh Pondoh Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang.

Karena perbuatannya itu, pemilik akun @panduwijaya tersebut langsung mendapat kecaman dari banyak orang, khususnya warga NU.

Cuitan Pandu Wijaya dinilai sangat tidak sopan dan jauh dari adab, mengingat, Gus Mus yang merupakan sosok yang sangat dihormati banyak orang karena ilmu dan kharismanya.

Penghinaan yang dilakukan pemilik akun @panduwijaya terhadap Gus Mus tersebut, bermula ketika Gus Mus melalui akun Twitter berkomentar soal sholat Jumat di ibukota yang rencananya akan digelar di jalan raya.

Dalam cuitannya Gus Mus yang dibuat Rabu (23/11/2016) kemarin, Gus Mus melalui akun @gusmusgusmu mengatakan :

  1. Aku dengar kabar di ibu kota akan ada Jum’atan di jalan raya. Mudah2an tidak benar.
  2. Kalau benar, wah dalam sejarha Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada BID’AH sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran.

Nah, saat Gus Mus menyampaikan cuitan kedua tersebut, akun @panduwijaya_ menimpali demikian :

@gusmusgusmu Dulu gk ada aspal gus di padang pasir, wahyu pertama tentang shalat jumat jga saat Rasulullah hijarh ke madinah. Bid’ah Ndasmu!

Karena kata-kata kasar yang ditulis tersebut, sontak langsung mendapatkan banyak respon dari pengguna Twitter lainnya. Mereka tidak terima dan mengecam keras apa yang dilakukan pemilik akun @panduwijaya.

Ada yang menegurnya dengan halus, ada juga yang kemudian mencari identitas anak ini untuk dilaporkan ke aparat hukum. Tidak langsung minta maaf, akun @panduwijaya justru ngetweet lagi dengan sinis. Dengan akun twitternya yang sekarang ini sudah digembok, lebih lanjut ia berujar begini kepada akun @fajarnugros, “kyai jangan dikultuskan, dia hanya manusia, kalau salah ya dikritisi, diingatken! salah kok di bela, piye utekmu jal?”. Namun, akun @panduwijaya buru-buru meralat dan kemudian meminta maaf.

“Nyuwun Pangapunten atas kesalahan dalem, mugi2 @gusmusgusmu lan santrinipun maringi ngapunten”

twitter

Sejak mendapat kecaman yang sangat luas, cuitan @panduwijaya_ ternyata langsung dihapus. Namun demikian, hal itu tak berpengaruh apa-apa. Sebab, respon keras dari netizen sudah menjalar ke mana-mana. Sosoknya tetap dicari, terutama di dunia maya.

Seperti dikutip dari akun Facebook Johan Wahyudi, anggota Banser DKI Jakarta juga mendatangi PT Adi Karya untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut. PT Adi Karya sendiri diketahui adalah tempat Pandu Wijaya bekerja. Dari pertemuan antara Banser DKI Jakarta dengan pejabat PT Adi Karya itu, muncul kesepakatan bahwa pemilik akun Pandu Wijaya akan meminta maaf secara langsung.

Fadjroel Rachman, yang merupakan Komisaris Utama PT Adi Karya, dalam akun twitternya @FadjroeL  menyampaikan permohonan maaf atas sikap tak pantas dari karyawannya tesebut.

Atas nama pribadi dan @AdhiKaryaBUMN saya ucapkan MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA kepada @gusmusgusmu atas ucapan tak pantas karyawan kami – FR

Sementara itu, Gus Mus dalam status facebooknya menanggapi dengan respon yang santun  dan bijak atas penghinaan yang ditujukan kepadanya itu.

“Kalau ada yang menghina atau merendahkanmu janganlah buru-buru emosi dan marah. Siapa tahu dia memang digerakkan Allah untuk mencoba kesabaran kita. Bersyukurlah bahwa bukan kita yang dijadikan cobaan,” begitu respon Gus Mus di akun Facebook pribadinya Ahmad Mustofa Bisri (Simbah Kakung).

Cuitan ini juga mendapat tanggapan beragam dari netizen.Pemilik akun Facebook Firman Guendut misalnya : Begitulah resiko dunia maya nggih. Gak peduli mentri prsiden maupun kyai dan tokoh masyarakat. bisa saja di bully di pisui sumpah serapah oleh seseorang. Keberanian luar biasa karena ta bertemu muka, bisa pakai nama samaran atau identitas beda. Lelaki bisa mengaku wanita dst…………..jadi harus siapkan dada lapang dan kesabaran .

Ada juga pemilik akun Facebook Sigid Budi Santoso. “Anak sekarang khok gitu ya, gak punya unggah ungguh

Kemudian ada juga pemilik akun Facebook Midham “nderek yai mawon….tapi tolong yang deket rumahnya mas pandu itu,kalau bisa diantarkan ke rembang untuk minta maaf secara langsung kepada mbah yai…

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →