Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Tanggul Sungai Wulan di Medini Undaan Kudus Terancam Jebol



Reporter:    /  @ 17:19:06  /  24 November 2016

    Print       Email
Kepala UPT Pengairan Wilayah II (Undaan, Jati dan Kota) pada Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kudus, Muhtarom, memantau lokasi tanggul di Sungai Wulan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala UPT Pengairan Wilayah II (Undaan, Jati dan Kota) pada Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kudus, Muhtarom, memantau lokasi tanggul di Sungai Wulan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tanggul di sebelah barat jalan di Sungai Wulan, di Kudus, hingga kini masih ada yang ambles dan mengalami rekahan. Akibatnya sejumlah warga merasa waswas jikalau tanggul ambro sewaktu-waktu.

Wagiman, warga yang tinggal di dekat tanggul di Desa Medini, Kecamatan Undaan, mengaku waswas tiap hujan deras. Karena tanggul tak sekuat dulu. Yang dikhawatirkan adalah ambrolnya tanggul. Imbasnya adalah aliran sungai akan tumpah ke permukiman.

Sebab hal buruk itu pernah terjadi beberapa tahun lalu. Ketika tanggul jebol, permukiman wilayah itu terendam air. Tak sedikit rumah yang terendam banjir. “Kemarin saat banjir besar, kami waspada kalau air sampai ke permukiman. Sebab air hanya sekitar satu meter kurang dari atas tanggul. Beruntung air segera surut, jadi masih aman,” katanya.

Padahal, jarak antara sungai dengan tanggul cukup jauh, yakni berjarak sekitar 300 meter. Namun karena luapan air yang sangat banyak, membuat kawasan desanya terendam.

Dia berharap, tanggul dapat segera diperbaiki, supaya warga tak lagi merasa waswas. Sebab kondisi tanggul ketika banjir datang memang memprihatinkan dan mampu mengancam.

Kepala UPT Pengairan Wilayah II (Undaan, Jati dan Kota) Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kudus Muhtarom, mengatakan pihaknya membenarkan adanya kondisi itu. “Ada di gang 14,15 dan yang 16, panjang sekitar 50 meter dan ambles sekitar 50 – 75 centimeter. Mungkin tidak terlalu terlihat, namun jika banjir datang akan sangat nampak,” katanya.

Menurutnya, selain penurunan tanggul, di kawasan tersebut terjadi rekahan yang berada di tengah tanggul. Jika rekahan semakin besar dan tidak ada penanganan, maka dikhawatirkan tanggul bakal ambrol.

Untuk penanganan, kata dia, pihaknya sudah menyampaikannya ke  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana selaku penanggung jawab. Pihaknya selaku daerah yang ditempati, hanya bisa melakukan pemantauan.

“Beberapa waktu lalu sudah ada petugas dari PSDA yang melihat ke lokasi, namun sampai kini masih belum ditangani. Mudah-mudahan dapat segera ditangani salam waktu dekat ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →