Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

7 Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Grobogan Mengikuti Sertifikasi di Jakarta



Reporter:    /  @ 09:00:47  /  24 November 2016

    Print       Email
Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Grobogan mendapat pengarahan di Kantor Disporabudpar Grobogan sebelum berangkat ke Jakarta, kemairn. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Grobogan mendapat pengarahan di Kantor Disporabudpar Grobogan sebelum berangkat ke Jakarta, kemairn. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebanyak tujuh anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Grobogan, Rabu (23/11/2016) petang kemarin bertolak menuju Jakarta. Tujuannya, untuk mengikuti sertifikasi ahli cagar budaya yang dilangsungkan di Hotel Mercure, Jakarta.

Keberadaan TACB Grobogan itu relatif masih baru. SK pembentukan TACB ini baru diteken Bupati Sri Sumarni per 7 November 2016. Anggota TACB sebanyak tujuh orang ini berasal dari berbagai berbagai komponen dan profesi.

Dari tujuh anggota ini, empat di antaranya dari Grobogan. Yakni, Ketua Dewan Kesenian Grobogan Supomo, Asisten III Mokh Nursahid yang mewakili unsur budayawan, Yudi Purwa Handoko (Dinas Pendidikan/sejarawan) dan Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Sedangkan tiga anggota lainnya berasal dari luar Grobogan yang mewakili unsur arkeologi. Masing-masing, M Chawari (Balai Arkeologi Yogyakarta), Sugeng Widodo (Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng) dan Budhy Sancoyo (Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran).

Dari tujuh orang ini, ada satu yang tidak bisa berangkat mengikuti sertifikasi di Jakarta. Yakni, Mokh Nursahid. Tempatnya digantikan Ahmad Taufik Nur dari Dinas Kebersihan Cipta Karya dan Tata Ruang Grobogan.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto menyatakan, sertifikasi tersebut diselenggarakan oleh pihak Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud. Pelaksanaannya mulai 24-26 November.

“Jadi, selama dua hari peserta sertifikasi akan mendapat pembekalan beragam pengetahuan lebih dahulu. Baru pada hari terakhir mereka mengikuti ujian sertifikasi cagar budaya,” katanya.

Menurut Marwoto, keberadaan TACB itu nantinya punya beberapa tugas utama. Antara lain, melakukan kajian terhadap berkas yang diusulkan sebagai cagar budaya oleh masyarakat atau tim pendaftar cagar budaya.

Selanjutnya, menyusun dan menetapkan mekanisme kerja TACB dan melakukan klasifikasi atas ragam jenis cagar budaya. TACB juga bisa meminta keterangan dari berbagai pihak yang mendaftarkan obyek pendaftaran. Dalam melaksanakan tugasnya, TACB ini bertanggung jawab langsung pada Bupati Grobogan.

Sementara itu, Kades Banjarejo Ahmad Taufik mengaku bangga dan merasa dapat kehormatan bisa terpilih jadi anggota TACB Grobogan. Terlebih, dia langsung mendapat kesempatan mengikuti sertifikasi cagar budaya di Jakarta bersama anggota TACB lainnya. “Kesempatan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Mohon doanya, biar bisa lulus sertifikasi ahli cagar budaya,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →