Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini
INFO DPRD KABUPATEN KUDUS

Tak Juga Dialiri Listrik, Warga Relokasi Mandiri Menawan Kudus Wadul Dewan



Reporter:    /  @ 19:00:12  /  23 November 2016

    Print       Email
menaswan

Perwakilan warga Menawan saat mendatangi kantor DPRD Kudus untuk mempertanyakan soal belum adanya aliran listrik di wilayah tempat mereka tinggal. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog mendatangi kantor DPRD Kudus, Rabu (23/11/2016). Mereka datang untuk mempertanyakan daerah relokasi yang tidak kunjung dialiri listrik.

Ketua DPRD Masan mengatakan, pihaknya akan mengupayakan keinginan warga. Namun untuk lebih pasti pihaknya harus tahu dasar dan aturan yang dapat dipergunakan. Karenanya, keinginan warga akan ditampung terlebih dahulu. “Kita lihat dulu aturannya, apakah masuk hibah atau boleh langsung diberikan. Jika aturan memperbolehkan maka itu tidak jadi masalah,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, keinginan warga adalah mendapatkan saluran listrik. Selain itu juga, warga juga menginginkan adanya saluran air yang sampai pada daerah relokasi mandiri tersebut. “Untuk itulah kami meminta bantuan dari dinas yang terkait. Kami minta mereka mempelajari tentang aturan itu. Jika bisa, maka di perubahan dapat diusulkan. Sebab untuk sekarang proses pembahasan APBD Murni sudah berlangsung dan mau diparipurnakan,” ujarnya.

Sementara, Tulus S, Kasi Energi pada Dinas Bina Marga, Pengairan, dan ESDM Kudus mengatakan kalau pihaknya akan mengusulkan Rp 100 juta untuk hal tersebut. Jumlah dana itu diprediksi mampu digunakan untuk kebutuhan listrik di daerah Menawan itu. “Kami menyediakan 50 KK yang akan dialiri listrik. Daya listrik kami upayakan 900 karena masyarakat kurang mampu. Namun jika tidak bisa maka 1300 tak masalah,” ujarnya.

Sodik (52) satu dari warga yang datang ke dewan mengatakan, kalau jumlah warga ada 42 KK. Jumlah itu bisa bertambah lantaran sekarang masih ada yang mau membangun. “Selama ini listrik ambil dari tetangga, namun daya yang sekarang sudah hampir maksimal sehingga nyaris tidak kuat untuk diambil listriknya,” jelasnya.

Selain itu, juga kendala dengan airnya. Diakui saat musim hujan pasokan air cukup karena banyak air hujan,namun saat kemarau warga terpaksa ambil air dari tetangga mereka.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →