Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Cerita ABK Asal Juwana yang Selamat Dalam Insiden Tabrakan Kapal di Perairan Tuban



Reporter:    /  @ 16:06:55  /  23 November 2016

    Print       Email
 Suwignyo (dua dari kiri), nelayan Desa Doropayung, Juwana, Pati yang selamat dari kecelakaan KM Mulya Jati dan MV Thaison, saat berada di tengah keluarga. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Suwignyo (dua dari kiri), nelayan Desa Doropayung, Juwana, Pati yang selamat dari kecelakaan KM Mulya Jati dan MV Thaison, saat berada di tengah keluarga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Suwignyo (47), nelayan asal Desa Doropayung RT 8 RW 7, Kecamatan Juwana, Pati adalah satu dari 12 anak buah kapal (ABK) yang selamat dari tragedi kecelakaan antara KM Mulya Jati dan MV Thaison di Perairan Tuban, Sabtu (19/11/2016) lalu.

Suwignyo mengaku, ada 27 ABK yang berada di dalam Kapal KM Mulya Jati, meski pemilik kapal mendaftarkan 40 nama kepada Kantor Kesyahbandaran Kelas III Juwana. Dari 27 ABK yang tengah melaut, 12 orang dinyatakan selamat, tiga orang meninggal dunia, dan 12 orang lainnya masih dalam proses pencarian Tim SAR.

“Kami para ABK sudah tidur dalam perjalanan melaut. Itu berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Langit masih sangat gelap. Saat bangun, saya tiba-tiba berada di lautan. Napas saya tersengal-sengal berada di dalam air dengan kondisi badan saya terjerat jaring ikan,” ungkap Suwignyo, Rabu (23/11/2016).

Setelah mencoba membebaskan diri dari jeratan jaring selama lima menit, Suwignyo berhasil lolos kemudian meraih kayu sisa puing-puing kapal yang pecah ditabrak Kapal MV Thaison. Dia mencoba bertahan di atas laut selama tiga jam, sebelum akhirnya diselamatkan awak kapal dari MV Thaison.

“Awalnya saya tidur di bagian geladak kapal bagian luar dengan alas jaring. Entah bagaimana ceritanya, saya terbangun ketika tubuh saya sudah tenggelam di laut. Lima menit saya berusaha melepaskan diri dari jeratan jaring. Alhamdulillah, saya berhasil meraih kayu untuk mengapung. Tiga jam mengapung di atas laut, ada ABK dari MV Thaison yang menyelamatkan saya,” tuturnya.

Saat itu, Suwignyo menuturkan, ada sejumlah ABK yang tidur pada bagian kamar-kamar kapal. Ada pula yang tidur di bagian luar. Sebagian besar mereka yang belum ditemukan, berada di dalam kamar kapal saat tidur.

“Sebelum melaut, keluarga sebetulnya meminta agar saya tidak lagi melaut. Keluarga meminta saya untuk kerja di darat saja. Sebab, saya sudah mulai memasuki usia tua. Saya bersyukur bisa selamat dalam kejadian itu,” kata Suwignyo.

Purnomo (42), adik Suwignyo mengucapkan syukur karena kakaknya selamat dalam kecelakaan laut tersebut. “Saya mendapatkan kabar ketika saya sedang kerja. saya langsung berangkat ke Pelabuhan Lamongan untuk mencari keberadaan kakak,” tutur Purnomo. Rencananya, keluarga akan mengadakan selamatan sebagai bentuk rasa syukur anggota keluarganya selamat.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →