Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Aspal di Jalan Godong-Purwodadi Dibongkar, Arus Lalu Lintas Menuju Semarang Tersendat



Reporter:    /  @ 15:30:56  /  23 November 2016

    Print       Email
Proyek pengaspalan ruas jalan Godong-Purwodadi yang telah selesai beberapa pekan lalu akhirnya dibongkar lantaran kondisinya bergelombang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Proyek pengaspalan ruas jalan Godong-Purwodadi yang telah selesai beberapa pekan lalu akhirnya dibongkar lantaran kondisinya bergelombang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Proyek pengaspalan ruas jalan Godong-Purwodadi yang telah selesai beberapa pekan lalu akhirnya dibongkar mulai Rabu (23/11/2016). Pembongkaran ini dilakukan lantaran kondisi aspal yang sudah digelar terlihat mengkerut dan bergelombang.

Dari pantauan di lapangan, pembongkaran aspal ini mulai dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. Satu alat berat jenis backhoe dikerahkan untuk mengeruk lokasi jalan yang bergelombang.

Titik aspal yang bergelombang paling parah berada di sekitar wilayah Desa Bringin, Kecamatan Godong. Saat melintasi jalur ini, kendaraan seolah melewati garis kejut atau polisi tidur karena jalan yang bergelombang tersebut. Titik jalan yang bergelombang itu panjangnya mencapai ratusan meter.

“Dari jarak agak jauh, kondisi aspal ini sepertinya mulus. Tetapi begitu melaju diatasnya terasa gronjal-gronjal karena kondisi sebenarnya bergelombang,” kata Witono, warga yang tinggal di sekitar lokasi pembongkaran proyek pengaspalan jalan tersebut.

Akibat adanya pekerjaan pembongkaran aspal tersebut, arus lalu lintas menuju Semarang maupun ke Purwodadi sempat tersendat. Sebab, kendaraan dari kedua arah harus jalan bergantian. Untuk menunggu giliran jalan ini pengendara roda empat atau lebih bisa menunggu sampai 30 menit lamanya.

Proyek pengaspalan jalan Godong-Purwodadi tersebut dikerjakan PT Gading Kencana Mulya Semarang. Pagu anggaran pengaspalan jalan dengan volume 4 Km itu nilainya Rp 2,9 miliar.

Pengapaspalan yang dilakukan pihak rekanan yang juga dapat proyek serupa di Jalan R Suprapto Purwodadi itu menggunakan material aspal Buton (Asbuton). Sesuai kontrak, proyek itu batas penyelesaiannya berakhir 14 Oktober lalu.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono mengatakan, titik pekerjaan yang hasilnya bergelombang itu materialnya memang dari Asbuton. Setelah dibongkar, nantinya akan ditutup lagi dengan material berbeda. Yakni, memakai jenis aspal panas atau hotmix.

“Kita sudah minta pihak rekanan agar cepat menangani aspal yang bergelombang. Yakni, dengan membongkar dan menutup lagi pakai hotmix,” katanya pada wartawan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →