Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Budiyono Penuhi Panggilan Panwaslu Pati Soal Mobil Dinas dan Disposisi Gedung Kesenian untuk Relawan Kotak Kosong



Reporter:    /  @ 11:00:44  /  23 November 2016

    Print       Email
 Plt Bupati Pati Budiyono (tengah) memenuhi panggilan Panwaslu Pati, Selasa (22/11/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Plt Bupati Pati Budiyono (tengah) memenuhi panggilan Panwaslu Pati, Selasa (22/11/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Bupati Pati Budiyono yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pati terkait dengan mobil dinas dan disposisi Gedung Kesenian Stadion Joyokusumo yang digunakan relawan kotak kosong. Panggilan itu dipenuhi Budiyono, Selasa (22/11/2016) malam.

Budiyono dipanggil Panwaslu dalam kapasitasnya sebagai terlapor. Dia dilaporkan Tim Sukses Haryanto-Saiful Arifin, lantaran diduga meminjamkan mobil dinas pelat merah untuk operasional kegiatan relawan kotak kosong. Budiyono juga dilaporkan, karena memberikan disposisi kepada Kepala Disbudparpora Pati Sigit Hartoko untuk meminjamkan Gedung Kesenian Stadion Joyokusumo untuk kegiatan sosialisasi kotak kosong.

Saat pemeriksaan, Budiyono menepis semua laporan dari Tim Sukses Haryanto-Arifin. Dia justru tidak tahu bila mobil dinasnya digunakan untuk melaporkan Haryanto ke Panwaslu. Sebab, peminjaman mobil dinas tersebut diakui digunakan untuk mengantarkan orang sakit.

“Saya sama sekali tidak tahu. saya tahu paginya, malah kaget. Awalnya peminjaman untuk mengantarkan orang sakit. Sebetulnya, mobil dinas bupati dan wakil bupati itu tidak boleh untuk kepentingan selain bupati dan wakil bupati. Tapi saya pinjamkan itu, karena keadaan darurat. Lagi pula, saya pinjamkan kendaraan kantor, bukan kendaraan operasional saya,” ujar Budiyono.

Terkait dengan pemberian disposisi Gedung Kesenian untuk aktivitas relawan kotak kosong, Budiyono mengaku hanya memberikan disposisi kepada anak-anak muda untuk sosialisasi pilkada. Dalam hal ini, Budiyono mengaku tidak tahu bila ternyata disposisi itu digunakan untuk sosialisasi kotak kosong.

“Pemanggilan ini, karena Panwaslu ingin melakukan klarifikasi. Semuanya sudah saya jawab, seperti yang saya tahu. Kepentingan pilkada ini kepentingan kita semua. Apapun yang terjadi, kita harus menjaga kondusivitas dan ketentraman supaya pilkada bisa berjalan sukses,” ucap Budiyono.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →