Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Parpol Pengusung Haryanto-Arifin yang Membelot Bakal Dikenakan Sanksi Politik



Reporter:    /  @ 21:05:09  /  22 November 2016

    Print       Email
Calon Bupati Pati Haryanto berjabat tangan dengan sejumlah relawan di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Selasa (22/11/2016). (MurianewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati Haryanto berjabat tangan dengan sejumlah relawan di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Selasa (22/11/2016). (MurianewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Parpol pengusung pasangan Cabup dan Cawabup Pati Haryanto dan Saiful Arifin yang menyimpang dari ketentuan tim sukses bakal dikenakan sanksi politik. Hal itu disampaikan politisi Partai Golkar, Adjie Sudarmaji yang juga Ketua Tim Sukses Haryanto-Arifin, Selasa (22/11/2016).

“Kami parpol pengusung sudah berkomitmen untuk saling bersinergi, saling membantu dan mengingatkan agar tidak ada elemen parpol yang kendor. Kalau ada parpol yang menyimpang dari ketentuan, tentu akan ada sanksi politik tersendiri,” ujar Adjie.

Sanksi politik dianggap sebagai sesuatu yang wajar, mengingat komitmen parpol untuk pasangan calon sudah diinstruksikan dari pusat. Karena itu, setiap parpol pengusung diharapkan dapat mengamankan suara paslon secara penuh sesuai dengan target.

“Sanksi politik bagi parpol pengusung yang menyimpang akan dilakukan, karena rekomendasi dari masing-masing pimpinan partai di tingkat pusat sudah dipercayakan kepada kader parpol di tingkat pimpinan cabang. Kalau ada parpol pengusung yang menyimpang, sudah otomatis akan dikenakan sanksi politik,” ucap Adjie.

Seperti diketahui sebelumnya, delapan partai politik menyatakan dukungannya untuk paslon Haryanto-Saiful Arifin. Rekomendasi delapan parpol jatuh pada petahana, lantaran petahana memiliki elektabilitas yang tinggi dalam berbagai survei lembaga independen.

Kedelapan parpol tersebut, yaitu Partai Demokrat, Golkar, Gerindra, PDI Perjuangan, PPP, PKS, PKB, dan Hanura. Semuanya memiliki 46 kursi di DPRD Pati. Sedangkan Nasdem yang menjadi satu-satunya oposisi hanya memiliki empat kursi sehingga tidak bisa mengusung paslon. Akibatnya, rakyat Pati dihadapkan pada pilihan Haryanto-Arifin dan kotak kosong.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →