Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Tiba di Rumah Duka di Rembang, Jenazah Kardjani Korban Kapal Tabrakan Langsung Dimakamkan



Reporter:    /  @ 09:32:35  /  22 November 2016

    Print       Email
Jenazah Kardjani korban kapal tabrakan di perairan Tuban ketika sampai di rumah duka tadi malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Jenazah Kardjani korban kapal tabrakan di perairan Tuban ketika sampai di rumah duka tadi malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang-Jenazah Kardjani, korban kapal tabrakan di perairan Tuban, tiba di rumah duka dengan diantar menggunakan mobil ambulance RS dr. R Koesma Tuban. Jenazah, sampai rumah duka di Dukuh Ndukoh RT 3 RW 4 Desa Pedak, Kecamatan Sulang, Rembang, tadi malam, Senin (21/11/2016) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Sesampainya di rumah, jenazah kardjani langsung disambut isak tangis keluarga, kerabat dan handai tolan yang tengah menunggunya. Setelah disemayamkan beberapa saat, jenazah kemudian langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Ayah dari tiga orang anak tersebut, merupakan salah satu ABK KM Mulya Jati yang turut menjadi korban tewas dalam tabrakan, antara KM Mulya Sejati dengan MV Thaison IV, di wilayah perairan pelabuhan Tanjung Awar-awar Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, pada Sabtu (19/11/2016).

Tarsih, istri Kardjani tidak menyangka jika kejadian pilu tersebut menimpa suaminya. Katanya, suaminya berangkat dari rumah ke Juwana pada Rabu (16/11/2016).”Bapak itu berangkat Rabu pagi, habis Subuh untuk melaut atau ke tempat kerjanya di Juwana, Pati. Namun setelah beberapa hari, tepatnya pada Minggu (20/11/2016) saya dapat kabar berita bahwa kapal yang ditumpanginya kecelakaan di Tuban,” ujarnya.

Menurutnya, Kardjani bekerja sebagai nelayan sudah 2 tahun. Awalnya, suaminya bekerja sebagai petani. Karena hasil pertanian di tempatnya kurang bagus, maka Kardjani memutuskan untuk bekerja sebagai nelayan. “Ketika itu bapak diajak temannya yang bernama Purnomo, warga Trimulyo, Juwana untuk sama- sama bekerja sebagai nelayan. Karena kondisi perekonomian dari hasil tani kurang bagus, maka bapak mengiyakan dan ikut sebagai nelayan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →