Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Firasat Aneh Keluarga Korban Tabrakan Kapal di Tuban



Reporter:    /  @ 18:00:19  /  21 November 2016

    Print       Email
Tim SAR terus melakukan pencarian korban tabrakan kapal di perairan Tuban, Jawa Timur. (Basarnas)

Tim SAR terus melakukan pencarian korban tabrakan kapal di perairan Tuban, Jawa Timur. (Basarnas)

MuriaNewsCom, Kudus – Belasan orang masih hilang setelah speedboat bertabrakan dengan kapal kargo Vietnam dan terbalik di Laut Jawa, Sabtu (19/11/2016). Sampai Senin (21/11/2016) pagi ini, Tim SAR masih mencari para korban. Di antara korban itu, ada dua orang warga Kudus yang menjadi korban.

Adalah Budi Kurniawan (24) dan Andre Yulianto (17), warga Desa Jekulo RT 01 RW 10,  Kecamatan Jekulo, Kudus. Keduanya merupakan kakak beradik. Sampai sekarang, keluarga belum menerima kabar keberadaan mereka.

Santo Wiyono, kakek korban mengaku kalau sebelumya sudah mendapatkan firasat aneh. Sekitar sebulan lalu, Santi pernah mimpi kalau dua gigi bagian kirinya lepas. “Mimpi itu sudah lama,  dua gigi sekaligus yang lepas,” kata Santo kepada MuriaNewsCom, ditemui di rumahnya, Senin (21/11/2016).

Keluarga ABK tragedi kapal tabrakan di Tuban, menunggu kabar di rumahnya, di Jekulo, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Keluarga ABK tragedi kapal tabrakan di Tuban, menunggu kabar di rumahnya, di Jekulo, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Yuliati (39) ibu korban menjelaskan kalau anak pertamanya, Budi, sudah pernah melaut selama dua kali. Biasanya, sekali berlayar lamanya sekitar dua bulan. “Dua kali sudah pernah, dan tidak ada apa-apa. Biasanya saat mau berangkat berlayar dan sampai ke daratan pasti memberikan kabar,” katanya.

Sedangkan adiknya, Andre Yulianto (17), ternyata sama sekali belum pernah berlayar. Malahan kali ini ikut lantaran diajak oleh saudaranya itu untuk berlayar bersama. Hanya, kapal yang digunakan kini bukanlah kapal yang sebelumnya dinaiki. Kapal tersebut dinaiki atas dasar pertimbangan dari rekannya yang sesama pelaut .

Tri Mulyono (52) ayah korban juga nampak lemas kala ditemui awak media. Dia hanya bisa menuturkan jika kedua anaknya adalah pria yang baik. Keluarga menginginkan agar anaknya selamat. “Kami hanya ingin selamat, hanya itu sudah cukup. Tapi sampai kini masih tidak ada kabar,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →