Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Komisioner KIP Jateng Ini Minta Semua Kepala Daerah Seperti Bupati Kudus



Reporter:    /  @ 09:49:04  /  21 November 2016

    Print       Email
Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan bagaimana keterbukaan informasi dilaksanakan di Kabupaten Kudus. Termasuk transparansi anggaran.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan bagaimana keterbukaan informasi dilaksanakan di Kabupaten Kudus. Termasuk transparansi anggaran.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah keberhasilan yang diraih Bupati Kudus H Musthofa, membuatnya menjadi salah satu kepala daerah terinovatif di Indonesia. Karenanya, kepala daerah lain diharapkan bisa meniru yang bersangkutan.

Inilah yang disampaikan Komisioner Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah Zaenal Petir. Salah satu yang mendapat sorotan dari Zaenal adalah soal keterbukaan informasi yang ada di Kabupaten Kudus, yang dinilai lebih bagus dari daerah lainnya.

”Kita bisa lihat bahwa Pak Bupati Musthofa telah memberikan dukungan penuh terhadap keterbukaan informasi bagi masyarakat di daerahnya. Bahkan masuk sepuluh besar dari total 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” jelasnya.

Peran bupati, menurut Zaenal, telah memberikan dorongan pada jajarannya, termasuk Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID), untuk transparan. Baik itu pada kebijakan, transparan anggaran, dan transparan kinerja. Sehingga sesuai harapan untuk mewujudkan good goverment dengan efektif dan efisien.

”Pak Bupati Kudus sangat peduli. Apalagi pada hal-hal yang belum maksimal. Nah, saya berharap semua kepala daerah itu mbok ya, kayak gitu,” harapnya.

Yang terjadi di Kudus, sebagaimana kata Zaenal, adalah berbeda dengan kebanyakan daerah lain. Rata-rata PPID di daerah lain, terbentur dengan atasan yang belum welcome.

”Tetapi justru di Kudus, Pak Bupati-nya turun langsung. Bahkan ngoyak-oyak semua SKPD-nya agar transparan anggaran. Dengan transparansi ini kan bagus, ngak ada yang disembunyikan. Masyarakat bisa ikut melihat semua anggaran untuk pembangunan di Kudus,” tegasnya.

Dengan konsep seperti bupati Kudus ini, diharapkan tidak ada lagi terjadinya korupsi. Karena yang diinformasikan adalah uang rakyat, yang sudah seharusnya rakyat juga mengetahui penggunaannya.

Sementara Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, apa yang sudah berjalan di Kudus tetap dilanjutkan. Sedangkan adanya kekurangsempurnaan akan terus dibenahi. ”PPID pada Kominfo ini sudah sangat terbuka. Karena saya menyadari anggaran ini dari keringat rakyat,” jelasnya.

Untuk lebih memberikan layanan secara terbuka bagi publik, bupati menggagas aplikasi ”Menara” berbasis android. Yaitu aplikasi Menjaga Amanah Rakyat. Dengan aplikasi ini masyarakat bisa melihat sebenarnya yang terjadi termasuk jumlah anggarannya. Termasuk bisa memberikan masukan berbagai layanan yang ada di seluruh SKPD.

”Nantinya, masyarakat yang ikut memberikan penilaian terhadap kinerja SKPD yang ada. Karena suara rakyat mewakili suara Tuhan,” pungkasnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →