Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Budiyono Akui Mobil Dinas Dipinjamkan, Tapi untuk Antar Orang Sakit



Reporter:    /  @ 21:00:48  /  19 November 2016

    Print       Email
Ketua Komisi A DPRD Pati, Adjie Sudarmaji menunjukkan fotokopi STNK mobil dinas yang diganti pelat hitam dan digunakan relawan kotak kosong untuk melapor ke Panwaskab Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Komisi A DPRD Pati, Adjie Sudarmaji menunjukkan fotokopi STNK mobil dinas yang diganti pelat hitam dan digunakan relawan kotak kosong untuk melapor ke Panwaskab Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Komisi A DPRD Pati Adjie Sudarmaji memastikan bila mobil dinas yang dipakai relawan kotak kosong dan diganti pelat hitam merupakan mobil dinas Wakil Bupati Pati Budiyono yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati. Hal itu diungkap Adjie, Sabtu (18/11/2016).

“Kami sudah melakukan inspeksi mendadak di Satlantas Polres Pati bersama dengan Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Pemkab Pati. Setelah dicek, ada pelat nomor merah. Kami juga cek nomor rangka dan mesin, ternyata benar itu mobil dinas Wakil Bupati Pati Budiyono yang saat ini menjabat sebagai Plt Bupati Pati,” ungkap Adjie.

Mengetahui hal itu, Adjie sangat menyayangkan sikap Budiyono yang menyalahgunakan fasilitas negara untuk kepentingan yang terkait dengan pilkada. Padahal, menurut Adjie, pejabat pemerintahan harus bersikap netral. Terlebih, mobil dinas tersebut diberikan untuk kegiatan yang dilakukan relawan kotak kosong.

Dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) Toyota Rush bernopol K 9506 MH tersebut, nama pemiliknya adalah Kantor Setda Kabupaten Pati. Mobil keluaran 2012 itu juga memiliki tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) merah.

Menyikapi hal tersebut, Budiyono akhirnya angkat bicara. Mobil yang ditangkap polisi diakui mobil milik pemerintah Kabupaten Pati yang merupakan mobil cadangan, tapi bukan mobil dinas sehari-hari. Mobil Rush tersebut dipinjamkan kepada Digdo Agus Suharto, warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil untuk keperluan pengobatan salah satu anggota keluarganya di Semarang.

Menurut Budiyono, mobil milik negara tidak ada salahnya dipinjamkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Saat dibawa ke luar garasi, pelatnya diakui awalnya merah. Budiyono sendiri tidak tahu bila pelatnya tiba-tiba diganti hitam.

“Saya juga tidak meyangka kalau mobil itu juga digunakan untuk melaporkan ke Panwas Pemilu Kabupaten Pati. Kalau saya dituding memfasilitasi relawan kotak kosong, itu tidak benar. Saya tidak tahu sama sekali soal itu,” pungkas Budiyono.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →