Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Dewan Sayangkan Sikap Budiyono Gunakan Fasilitas Negara untuk Relawan Kotak Kosong



Reporter:    /  @ 20:00:12  /  19 November 2016

    Print       Email
Sekretaris Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto (kiri) menunjukkan selebaran relawan kotak kosong yang disebut menghasut warga dalam rapat kerja di Ruang Gabungan DPRD Pati, Sabtu (19/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sekretaris Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto (kiri) menunjukkan selebaran relawan kotak kosong yang disebut menghasut warga dalam rapat kerja di Ruang Gabungan DPRD Pati, Sabtu (19/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Komisi A DPRD Pati Adjie Sudarmaji menyebut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono telah menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan relawan kotak kosong dan tidak netral dalam Pilkada 2017. Hal itu disampaikan Adjie, usai menggelar rapat kerja Komisi A DPRD Pati, Sabtu (19/11/2016).

Ada dua hal yang membuat Budiyono disebut tidak netral dan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan relawan kotak kosong. Pertama, Budiyono meminjamkan mobil dinasnya untuk relawan kotak kosong yang kemudian ditangkap polisi, karena pelat merah diganti pelat hitam.

Kedua, Budiyono memberikan disposisi kepada Kepala Disbudparpora Pati untuk memberikan fasilitas acara sosialisasi kotak kosong di Gedung Kesenian Stadion Joyokusumo, Pati. Dua bukti tersebut yang membuat kalangan DPRD geram dengan ketidaknetralan seorang pejabat pemerintahan.

“Sebagai wakil rakyat, saya sangat menyayangkan sikap Budiyono yang sudah tidak netral dalam pilkada 2017. Padahal, dia merupakan pejabat pemerintahan yang mestinya membuat suasana pilkada kondusif, bukan malah memfasilitasi relawan kotak kosong dengan fasilitas negara,” kata Adjie.

Namun, pihaknya menghargai Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Kabupaten Pati untuk mengkaji dan mendalami persoalan tersebut. “Kami akan tunggu hasil kajiannya. Kalau masuknya ranah pilkada, sanksinya pidana pilkada. Kalau pidana umum, biar menjadi tanggung jawab polisi sebagai penegak hukum,” tutur Adjie.

Dalam rapat kerja tersebut, Komisi A DPRD Pati memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati, Panwaskab Pati, Bagian Hukum Setda Pati, Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Pemkab Pati, dan Inspektorat. Mereka melakukan pembahasan terkait dengan ketidaknetralan dan penggunan fasilitas negara untuk kegiatan relawan kotak kosong yang dilakukan Budiyono.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →