Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ini Penjelasan Ketua Balegda DPRD Grobogan Terkait Pembuatan Perda Perlindungan Batik



Reporter:    /  @ 12:09:24  /  19 November 2016

    Print       Email
Ketua Balegda DPRD Grobogan HM Misbah (kiri) menyampaikan penjelasan dua Raperda inisiatif dalam rapat paripurna, Sabtu (19/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Balegda DPRD Grobogan HM Misbah (kiri) menyampaikan penjelasan dua Raperda inisiatif dalam rapat paripurna, Sabtu (19/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan-Melindungi dan melestarikan warisan bangsa. Itulah salah satu tujuan utama perlunya dibuat sebuah Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan batik Grobogan.

Hal itu disampaikan Ketua Balegda DPRD Grobogan HM Misbah dalam rapat paripurna, Sabtu (19/11/2016) dengan agenda penjelasan Balegda atas dua raperda inisiatif yang diajukan. Yakni, Raperda mengenai Perlindungan dan Pengembangan Batik serta Raperda mengenai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

“Raperda ini merupakan usulan atau inisiatif dari anggota legislatif. Tujuannya, untuk melindungi keberadaan usaha batik di Grobogan yang saat ini dinilai makin banyak dan punya prospek bagus,” kata Misbah.

Menurutnya, meski keberadaan usaha batik di Grobogan belum berlangsung lama, namun perkembangannya dinilai sangat menggembirakan. Oleh sebab itu, perkembangan usaha batik perlu disertai dengan pembuatan sebuah perda yang mengatur masalah ini supaya tersebut bisa dapat perlindungan hukum.

Terkait dengan pembuatan Raperda itu, sebelumnya sudah melibatkan banyak pihak untuk memberikan masukan. Antara lain, dari tokoh agama, tokoh masyarakat, perajin batik, dan SKPD terkait. Disamping itu, pembuatan Raperda juga melibatkan pihak Kemenkumham Kanwil Jawa Tengah sebagai tenaga ahlinya.

Diharapkan, setelah Raperda itu nantinya disahkan jadi sebuah Perda maka usaha batik di Grobogan bisa dibantu dari berbagai sisi. Seperti, permodalan, peralatan, hingga pemasaran produknya. Hal itu dimungkinkan lantaran aturannya sudah disediakan.

Sementara itu, Kepala Disperindagtamben Grobogan Muryanto menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya anggota dewan dalam untuk membuat sebuah Perda Perlindungan Batik tersebut. Sebab, keberadaan usaha batik saat ini sudah berkembang pesat.

Dijelaskan, beberapa tahun lalu, jumlah kerajinan batik hanya segelintir saja. Namun, saat ini sudah ada 40 an usaha kerajinan batik yang tersebar di beberapa kecamatan. Kebanyakan kerajinan batik ini membentuk wadah kelompok usaha bersama.

“Perkembangan kerajinan batik sampai saat ini memang cukup bagus. Hal ini memang cukup menggembirakan dan membanggakan,” kata Muryanto.

Lebih lanjut Muryanto menjelaskan, secara umum, proses pembuatan batik di Grobogan tidak jauh berbeda dengan daerah lain. Hanya saja, ada ciri khas tersendiri yang terdapat pada batikGrobogan. Yakni, coraknya lebih banyak menggambarkan kekayaan pertanian dengan kombinasi warna yang cerah. Misalnya, batik dengan motif jagung, padi dan hasil pertanian lainnya.

Meski jumlah kerajinan sudah cukup banyak namun, imbuhnya, tidak sampai terjadi persaingan yang kurang sehat. Sebab, masing-masing pengrajin sudah punya pasar sendiri-sendiri. Di samping itu, pihaknya juga aktif membina para pengrajin baik dalam hal peningkatan kualitas, SDM dan pemasaran.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →