MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping
Banner Kuping Kanan

Kekayaan Cawabup Pati Saiful Arifin Capai Rp 154 Miliar

199
 Calon Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Calon Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sesuai dengan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diserahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kekayaan Calon Bupati Pati Haryanto adalah Rp 4.632.015.756, sedangkan Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mencapai Rp 154.110.063.135. LHKPN wajib diserahkan kepada KPK sebagai salah satu syarat untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komisioner KPU Kabupaten Pati Umi Nadliroh mengatakan, LHKPN wajib dilakukan cabup dan cawabup sebagai syarat pencalonan. Pelaporan harta kekayaan diharapkan bisa melakukan pencegahan terhadap tindak pidana korupsi.

“Saat ini, KPK sedang memeriksa laporan kekayaan paslon, tidak hanya dari Pati, tetapi juga semua paslon di seluruh Indonesia. Setelah diperiksa, hasilnya akan dikembalikan kepada masing-masing paslon. Kekayaan bisa berupa aset atau harta, seperti jumlah uang di rekening, tanah, bangunan, hingga kendaraan,” ujar Umi, Sabtu (19/11/2016).

Secara terpisah, Fungsional Deputi Bidang Pencegahan KPK, Kunto Ariawan menuturkan, mekanisme pelaporan harta kekayaan wajib dilakukan secara jujur dan apa adanya. Hal itu menjadi upaya untuk melakukan pencegahan terhadap korupsi, sekaligus mewujudkan penyelenggara yang memiliki komitmen untuk mencegah korupsi.

Ditanya soal itu, Saiful Arifin mengaku, kekayaan sebanyak itu diperoleh dari usaha keras membangun bisnis dari nol. Karenanya, tidak heran bila kekayaan Arifin mencapai nilai yang fantastis, karena memiliki aset dari bisnis perhotelan, perikanan, jaringan telekomunikasi, hingga budidaya ayam.

“Sebagai putra daerah asli Pati, saya ingin pulang ke tanah kelahiran untuk ikut membangun Pati dan mengabdi kepada masyarakat. Kalau mau, tanpa ikut mencalonkan diri dalam pilkada, hidup saya sudah nyaman dan mapan. Tapi, ini panggilan hati untuk pulang ke tanah kelahiran dan ikut membangun Pati bersama-sama masyarakat,” ucap Arifin.

Editor : Kholistiono

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.