Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Sego Jagung Goreng, Menu Kuliner di Grobogan yang Patut Dicoba



Reporter:    /  @ 08:03:33  /  19 November 2016

    Print       Email
Imam sedang membuatkan menu sego jagung goreng. Jika berminat, Anda bisa mencoba menu ini di warung milik Bu Puji di kawasan lahan segitiga milik PT KAI di depan Hotel Kencana. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Imam sedang membuatkan menu sego jagung goreng. Jika berminat, Anda bisa mencoba menu ini di warung milik Bu Puji di kawasan lahan segitiga milik PT KAI di depan Hotel Kencana. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Satu menu kuliner ini barangkali bisa pilihan bagi Anda yang kebetulan singgah di Kota Purwodadi. Yakni, sego (nasi) jagung goreng.

Dari namanya, sudah bisa dipastikan kalau bahannya berasal dari jagung. Tidak banyak tempat yang jual sego jagung goreng ini. Salah satu yang paling terkenal adalah warung makan Bu Puji.

Sebelumnya, warung makan kaki lima ini berlokasi di trotoar Alun-alun Purwodadi, tepatnya di sebelah utara Kantor POS Purwodadi. Saat ini, lokasinya pindah sementara di kawasan lahan segitiga milik PT KAI di depan Hotel Kencana, sekitar 100 meter di selatan tempat jualan sebelumnya. Warung ini terpaksa pindah karena kawasan alun-alun masih dalam tahap renovasi.

“Saya sudah jualan sego jagung goreng ini cukup lama, sekitar 20 tahunan. Sejak dulu, lokasinya di alun-alun sana. Baru pindah sementara karena alun-alunya diperbaiki,” ujar ibu dua anak tersebut.

Lantaran sudah lama berjualan, warung makan ini sudah punya banyak pelanggan. Termasuk pelanggan dari luar kota, seperti Pati, Kudus, Rembang, Blora dan Semarang yang sering melintas di Purwodadi.

“Pelanggan saya banyak Mas. Bahkan, banyak pula pejabat yang suka mampir ke sini,” kata perempuan yang tinggal di Dusun Mbodo (Sendangsani), Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh itu.

Bahan baku yang dipakai buat menu sego goreng itu berasal dari jagung lokal atau jagung putih. Dipilihnya jagung jenis ini karena dinilai lebih lezat dan empuk jika dibandingkan dengan memakai jagung kuning atau hibrida.

“Jagung kuning juga bisa dibikin nasi tetapi pelanggan lebih suka jagung putih. Rasa nasi jagung putih memang jauh lebih enak,” tambah Imam, anak sulung Bu Puji yang ikut membantu mengelola warung makan tersebut.

Warung makan yang buka mulai pukul 17.00 WIB sampai tengah malam ini selalu ramai. Setiap hari, pemilik warung bisa menjual nasi jagung antara 20 sampai 40 kg.

Harga sego jagung goreng relatif terjangkau. Satu porsi sego jagung goreng hanya Rp 10 ribu. Harga ini sudah termasuk satu telur gorengnya. Mau coba?

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →