Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Jalan Penghubung Antardukuh di Ngotoko Rembang yang Bertahun-tahun Tak Tersentuh Pembangunan



Reporter:    /  @ 09:00:29  /  19 November 2016

    Print       Email
Kepala Desa Pasedan Kusman saat memperlihatkan kondisi jalan di Dukuh Ngotoko, kepada Kapolres Rembang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Kepala Desa Pasedan Kusman saat memperlihatkan kondisi jalan di Dukuh Ngotoko, kepada Kapolres Rembang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Akses jalan penghubung antardukuh di Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, sudah bertahun-tahun rusak. Jalan sepanjang 8 kilometer hingga belum pernah perbaikan sama sekali.

Terkait kondisi tersebut, warga Dukuh Ngotoko mengeluhkan infrastruktur yang rusak tersebut dan terkesan diabaikan oleh pemerintah. Ngami, Perangkat Desa Pasedan yang tinggal di Dukuh Ngotoko mengatakan, setiap hujan, jalan tersebut langsung seperti kubangan. Sehingga aktivitas masyarakat terganggu

“Kami berharap Pemkab Rembang bisa memperbaiki. Meski di Dukuh Ngotoko ini hanya 215 jiwa tau 68 KK, namun kami juga ingin diperhatikan. Meskipun pedukuhan ini di tengah hutan,” katanya.

Dukuh tersebut memang berada di kawasan hutan, dan jalan di dukuh itu merupakan milik Perum Perhutani. Kepala Desa Pasedan Kusman, bahkan menyebut jika ingin memperbaiki jalan itu memang susah. Karena selain harus ada kerja sama antarinstansi, Perhutani disebutnya melarang perbaikan jalan hutan.

“Saya dengar-dengar bahwa milik Perhutani tidak boleh dibangun atau diaspal. Sebab katanya, nanti bisa memudahkan para maling kayu. Sehingga jalan di hutan memang rata-rata jelek. Meskipun jalan  itu satu-satunya akses jalan Dukuh Ngotoko untuk menuju ke pusat Desa Pasedan,”ujarnya

Menanggapi hal ini, Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Toni Kuspuja membantah kabar tersebut. Ia menyebut informasi adanya larangan jalan Perhutani diperbaiki tidak benar.

“Beberapa waktu lalu pemda juga mengusulkan perbaikan akses jalan di sebelah barat Desa Pasucen, Kecamatan Gunem. Kita sebagai mempersilahkan asalkan syaratnya dipenuhi,” terangnya.

Ia menyebutkan, jalan di tengah hutan masuk kategori tanah dalam kawasan hutan. Sehingga menurut dia, ada dua mekanisme yang bisa ditempuh apabila akan diperbaiki.

“Selama tidak mengubah bentang alam, pemerintah setempat  bisa mengusulkan ke Perhutani dan Pemprov Jawa Tengah. Biasanya pejabat setingkat Dirjen Planologi Kehutanan, sudah bisa mengeluarkan izin. Tentu ada tim teknis yang akan melakukan kajian lapangan. Tapi jika pembangunan sudah mengubah bentang alam, seperti lebar jalan bertambah, pengurusan izin harus sampai ke Menteri Kehutanan,” ucapnya.

Dia menambahkan, khusus untuk keluhan warga Dukuh Ngotoko, pihaknya mempersilahkan Pemkab Rembang untuk mengusulkan terlebih dahulu.”Selain itu, kita juga akan terbuka diajak koordinasi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →