Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Fasilitasi Relawan Kotak Kosong, Plt Bupati Pati Budiyono Disebut Bikin Gaduh



Reporter:    /  @ 19:00:46  /  18 November 2016

    Print       Email
Juru Bicara Tim Pemenangan Haryanto-Saiful Arifin, Joni Kurnianto dalam orasi politik, belum lama ini. Dia perpendapat, sikap Plt Bupati Pati Budiyono membuat suasana gaduh. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Juru Bicara Tim Pemenangan Haryanto-Saiful Arifin, Joni Kurnianto dalam orasi politik, belum lama ini. Dia perpendapat, sikap Plt Bupati Pati Budiyono membuat suasana gaduh. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono disebut-sebut membuat gaduh suasana di Kabupaten Pati, lantaran memberikan fasilitas kepada relawan kotak kosong untuk menyosialisasikan kegiatannya. Padahal, Budiyono mestinya berlaku netral dalam Pilkada Pati 2017.

Salah satunya, Budiyono mengizinkan relawan kotak kosong untuk melakukan sosialisasi di Gedung Kesenian Stadion Joyokusumo, Pati. Izin itu tertuang dalam surat yang ditujukan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) melalui rekomendasi Budiyono.

Hal itu yang dianggap Juru Bicara Tim Pemenangan Haryanto-Arifin, Joni Kurnianto sebagai sebuah tindakan yang membuat gaduh suasana. “Kami menyayangkan sikap Plt Bupati Pati Budiyono yang seharusnya berperan sebagai pengayom masyarakat dan berlaku netral dalam Pilkada, justru terlibat memberikan fasilitas kepada relawan kotak kosong,” ujar Joni, Jumat (18/11/2016).

Menurut Joni, Budiyono semestinya memberikan contoh dan bimbingan yang baik kepada masyarakat. Pasalnya, tindakan tersebut dianggap menimbulkan penafsiran di tengah masyarakat. Akibatnya, tindakan Budiyono dinilai membuat suasana tidak kondusif.

“Plt Bupati Pati mestinya ikut menjaga kondusivitas wilayah, karena jelas calonnya hanya satu. Jangan justru membuat gaduh dan membuat suasana tidak kondusif. Kami berharap, pembelajaran pilkada calon tunggal ini harus dilaksanakan dengan baik dan kondusif,” ucap Joni.

Pada saat yang sama, Budiyono juga diduga memberikan fasilitas kepada relawan kotak kosong dengan meminjamkan mobil dinasnya. Parahnya, mobil dinas tersebut diganti dengan pelat hitam sehingga diamankan polisi.

Sikap tersebut memicu reaksi keras dari Tim Pemenangan Haryanto-Arifin hingga membuat Budiyono dilaporkan kepada Panwaskab Pati, Kamis (18/11/2016). Sutrisno, anggota Tim Pemenangan Haryanto-Arifin sebagai pelapor mengaku kecewa dengan Budiyono karena meminjamkan mobil dinas yang difasilitasi negara, justru dipinjamkan kepada umum untuk urusan Pilkada Pati.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →