Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Resep 3M Bupati Kudus yang Membuatnya Dicintai Warga



Reporter:    /  @ 18:00:57  /  18 November 2016

    Print       Email
Bupati Kudus H Musthofa mendengarkan apa yang disampaikan pelaku UMKM di Kudus ini. Dari sharing seperti ini, maka akan diketahui apa keluhan warga, dan dicarikan solusinya. (Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa mendengarkan apa yang disampaikan pelaku UMKM di Kudus ini. Dari sharing seperti ini, maka akan diketahui apa keluhan warga, dan dicarikan solusinya.
(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Berbagai program yang sudah dilaksanakan Bupati Kudus H Musthofa selama masa kepemimpinannya, sudah banyak dirasakan warganya. Diakui atau tidak, sejumlah perubahan telah terlihat nyata di Kota Kudus, yang semuanya bertujuan menyejahterakan rakyatnya.

Ada resep sederhana yang dimiliki bupati, untuk bisa mengerti apa yang menjadi keinginan dan harapan dari masyarakat itu sendiri, sebelum membuat program yang memang dibutuhkan warga. Resep ini selalu berhasil, dan membuat bupati makin dicintai warganya.

Resepnya adalah 3M. Yakni mendengar, melihat, dan merasakan. Kalau sudah demikan, maka bupati akan melaksanakan apa yang menjadi harapan masyarakat. Bupati mengetahui betul apa yang menjadi kebutuhan warganya. ”Karena bagi saya, pemerintah atau negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat, untuk memberi solusi berbagai persoalan yang dirasakan warga,” tegasnya.

Karena itulah, bupati bertekad memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Bukan hanya pelayanan prima, melainkan pelayanan excellent. Dengan slogan C2M2 yakni Cepat, Cermat, Mudah, dan Murah, bahkan gratis, masyarakat terpuaskan dengan kinerjanya.

”Itu memang tidak bisa saya lakukan sendiri. Karena saya dibantu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada. Dan kami melakukan itu semua dengan penuh ketulusan dan keihlasan untuk masyarakat,” katanya.

Mengenai prestasi akuntabilitas kinerja pemerintahan yang terbaik di Jawa Tengah, bupati yang telah delapan tahun memimpin Kudus ini, ingin memberikan kemudahan. Yaitu pelayanan disentralkan di desa. Sebagai buktinya adalah pelayanan KTP atau KK di balai desa yang telah dilaksanakan sejak 2008 secara gratis!

Pemkab Kudus juga menjalin kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN), terkait dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan. Dan terus akan dikembangkan bagi pelayanan masyarakat yang semakin baik. ”Selalu saya katakan pada semua SKPD, jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Belajarlah mendengar apa yang menjadi harapan masyarakat,” tuturnya.

Diharapkan bupati, dengan adanya keterbukaan dari kepala daerah, masyarakat juga memberikan partisipasi untuk mengawal dan mengawasi semua programnya. Layanan dalam bidang kesehatan, pendidikan, bahkan sosial kemasyarakan yang lain, selalu ditingkat secara lebih baik. Kini, masyarakat bisa merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA/SMK negeri dan gratis di puskesmas dan kelas III RSUD dr. Loekmono Hadi.

Transparansi yang dibangun membuahkan sebuah kepercayaan dari masyarakat dan stake holder. Bahkan kini, pihak swasta turut memberikan sumbangsihnya untuk membangun Kudus. Di antaranya yang secara fisik terlihat jelas yaitu berdirinya Gerbang Kudus Kota Kretek dan adanya berbagai taman kota yang dibangun tanpa menggunakan APBD.

”Termasuk dalam bidang pendidikan. Kami telah mengembangkan pendidikan kejuruan dengan keunggulan khusus yang dibiayai dari perusahaan. Semua demi kepentingan masyarakat luas,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →