Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Ikan Nila dan Patin Akan Jadi Sumber Duit Warga Cokrowati Todanan Blora



   /  @ 09:15:05  /  18 November 2016

    Print       Email
Warga mengikuti kegiatan sosialisasi program Pemberian Benih Ikan Nila dan Ikan Patin di Desa Cokrowati, Todanan, Blora. (Polres Blora)

Warga mengikuti kegiatan sosialisasi program Pemberian Benih Ikan Nila dan Ikan Patin di Desa Cokrowati, Todanan, Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Kabid Perikanan dari Dintanbunakikan Blora Tulus Setyono menyampaikan saat tahun ini program Pemberian Benih Ikan Nila dan Ikan Patin Blora hanya diberikan kepada dua desa saja. Yaitu Desa Cokrowati di Kecamatan Todanan dan Desa Adirejo Kecamatan Tunjungan, yang mempunyai embung dan sudah berbadan hukum.

“Untuk itu maka pemdes setempat juga harus menyiapkan sarana dan prasarana yang cukup memadai mengingat jumlah bantuan benih ikan nanti sebanyak 50.000 benih ikan dengan rincian 10.000 benih ikan patin dan 40.000 benih ikan nila,” kata Tulus di kegiatan sosialisasi Penebaran Ikan Nila dan Patin di perairan umum di Balai Desa Cokrowati, Kecamatan Todanan, Kamis (17/11/2016) pukul 10.00 WIB-12.15 WIB.

Dikutip Polres Blora, hadir dalam acara tersebut Sugeng Kades Cokrowati beserta perangkat desa, Brigadir Trio Adi Saputra Bhabinkamtibmas setempat, Serda Lasmin Babinsa Desa Cokrowati, serta warga desa dan anggota P3A. Kurang lebih yang hadir sekitar 30 orang.

Tulus juga menyempatkan waktu untuk meninjau embung desa yang rencananya akan digunakan sebagai lokasi tempat penebaran benih ikan tersbut. Dalam tinjauannya itu Tulus masih menemukan atau melihat bebrapa kendala dalam embung, semisal masih ada beberapa titik embung bocor. Selain itu, didihat dari banyaknya benih ikan dan luas embung, maka kedalaman air masih kurang. Seharusnya ketinggian air kurang lebih ada 80 cm, tapi di situ hanya tersedia 50 cm.

Rencana penebaran benih ikan tersebut akan dilaksanakan sekitar minggu terakhir November ini. Sehingga dalam jangka sisa waktu tersebut, Tulus berharap agar pihak pemdes beserta warga bekerja sama untuk mencari solusi penyelesaian embung supaya pada hari H pelaksanaan penebaran nanti embung sudah siap digunakan dan memenuhi syarat.

Kepada warga, pihaknya berpesan agar warga bersama memelihara benih ikan tersebut minimal hingga berusia 3 bulan atau sudah siap untuk dipanen. “Jangan di ambil sebelum cukup usia panen mengingat dari Dintanbunakikan sudah berupaya memberikan bantuan benih ikan. Tujuannya untuk mensejahterakan warga desa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Brigadir Trio Adi Saputra selaku Bhabinkamtibmas memberikan  imbauan kepada warga desa  supaya tidak melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan kimia, bahan biologis, bahan peledak atau alat bantu lainnya. Karena dapat membahayakan kelestarian ikan atau lingkungan di mana ikan itu tinggal.

“Apabila masih ada warga atau orang yang masih nekat melakukan perbuatan-perbuatan seperti hal tersebut, maka dapat diancam dengan hukuman pidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1.200.000.000,00 ( satu miliar dua ratus juta rupiah ). Peraturan tersebut sudah diatur dalam UU no 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →