Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Puluhan Guru Sejarah SMA di Grobogan Kunjungi ‘Museum’ Banjarejo, Ini Komentar Mereka



Reporter:    /  @ 22:15:34  /  17 November 2016

    Print       Email
Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyampaikan penjelasan kepada guru sejarah SMA saat melihat koleksi benda purbakala dan cagar budaya di tempatnya, Kamis (17/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyampaikan penjelasan kepada guru sejarah SMA saat melihat koleksi benda purbakala dan cagar budaya di tempatnya, Kamis (17/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan-Luar Biasa. Itulah ungkapan yang dilontarkan para guru sejarah SMA di Grobogan usai melihat langsung beragam penemuan benda bersejarah di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kamis (17/11/2016).

“Koleksi yang ada di Banjarejo memang luar biasa. Kami dapat banyak pengetahuan dari kunjungan yang kita lakukan bersama rekan-rekan hari ini di Banjarejo,” kata Ketua MGMP Sejarah SMA Prayitno Slamet.

Menurut Prayitno, sebenarnya jumlah guru sejarah SMA yang jadi anggota MGMP sebanyak 50 orang akan ikut semuanya. Tetapi, karena ada tugas lain yang tidak bisa ditinggalkan, hanya 27 orang ikut dalam kunjungan ke Banjarejo.

“Teman-teman yang lainnya nanti akan ke sini di lain kesempatan. Sementara baru 27 orang yang bisa ikut ke sini hari ini,” kata guru sejarah di SMAN 1 Godong itu.

Prayitno menyatakan, koleksi yang ada di Banjarejo dinilai cukup komplit. Selain jumlahnya banyak dan jenisnya beragam, koleksi di tempat tersebut berasal dari berbagai zaman. Mulai prasejarah, Hindu-Budha dan awal masuknya Islam.

Di samping itu, penataan koleksi juga sudah dilakukan dengan baik. Sehingga memudahkan pengunjung untuk melihat karena benda purbakala dan cagar budaya sudah dipisahkan tempatnya.

Selain itu, pendataan tentang benda penemuan juga dinilai sangat bagus. Dengan adanya data ini, pengunjung bisa dengan mudah mengetahui informasi tentang benda tersebut.

“Satu lagi, penjelasan yang disampaikan Pak Kades Ahmad Taufik juga makin melengkapi informasi yang dibutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih pada Pak Kades atas perhatian dan kerja samanya,” kata Prayitno.

Menurutnya, banyaknya penemuan di Banjarejo itu dinilai suatu aset dan karunia yang tidak ternilai harganya. Dengan adanya penemuan itu, di sisi lain memang bisa dijadikan sarana edukasi bagi banyak pihak. Terutama para pelajar.

“Koleksi di Banjarejo bisa kita jadikan pelengkap dari pelajaran teori. Apa yang kita dapat dari sana akan kita aplikasikan pada anak didik. Ke depan, kita juga akan mengupayakan untuk mengajak siswa berkunjung sekaligus belajar di Banjarejo,” cetusnya.

Sementara itu, Kades Banjarejo Ahmad Taufik mengaku bangga dengan adanya kunjungan guru sejarah SMA untuk melihat aneka koleksi benda peninggalan masa lampau tersebut. Sebelumnya, Taufik memang berharap agar koleksi yang saat ini tersimpan di rumahnya bisa jadi sarana edukasi para pelajar. Selain koleksinya banyak ragamnya, keberadaan benda bersejarah seperti itu juga jarang ditemukan didaerah lainnya.

“Koleksi benda penemuan yang ada saat ini sudah memadai karena jumlahnya lebih dari 500. Ini bisa jadi sarana untuk pendidikan siswa tentang adanya sebuah kehidupan maupun peradaban di masa lampau. Salah satu pihak yang pas untuk melakukan upaya edukasi ini adalah sekolah-sekolah. Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan istimewa dari para guru sejarah ini,” katanya.

Sejauh ini, sambung Taufik, memang sudah banyak siswa dari berbagai sekolah yang berkunjung ke ‘Museum Banjarejo’ untuk melihat berbagai koleksi benda bersejarah. Namun, sebagian besar masih sekolah di sekitar wilayah Banjarejo. Diharapkan, langkah ini juga bisa diikuti oleh sekolah lainnya yang ada di wilayah Grobogan. Baik dari level SD, SMP, SMA dan SMK.

“Banyaknya penemuan benda bersejarah di sini merupakan karunia yang tidak ternilai harganya. Kalau tidak dimanfaatkan secara maksimal, rasanya eman-eman (sayang),” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →