Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Gelar Apel Kebhinekaan, Polres Rembang Serukan Perdamaian



Reporter:    /  @ 16:17:29  /  17 November 2016

    Print       Email
Beberapa orang terlihat membubuhkan tanda tangan di sebuah banner yang disediakan dalam deklarasi cinta damai, Kamis (17/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

Beberapa orang terlihat membubuhkan tanda tangan di sebuah banner yang disediakan dalam deklarasi cinta damai, Kamis (17/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Daerah Rembang menggelar Apel Kebhinekaan Cinta Damai di Alun-alun Rembang, Kamis (17/11/2016). Kegiatan tersebut diikuti dari berbagai elemen, di antaranya, pelajar, TNI, Polri dan  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Bahkan anak-anak TK berkostum pakaian adat, juga ikut dalam kegiatan tersebut.

Pembina Apel Kebhinekaan, yakni Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menyampaikan, jika apel tersebut merupakan kebersamaan yang dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Rembang guna mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI yang kokoh. Hal itu, katanya penting guna menghadapi berbagai bentuk ancaman dan gangguan yang terjadi di Indonesia.

“Kemunculan organisasi yang berlatar belakang agama garis keras semakin marak, syariat-syariat agama yang sejatinya mengajarkan akan cinta kedamaian, sopan santun, dan toleransi umat beragama hanya ditafsirkan oleh suatu kelompok sebagai alat landasan dalam menegakkan ajaran agama dengan jalan kekerasan dan pemaksaan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, fenomena tersebut membawa pengaruh besar terhadap sensitifitas masalah agama, sehingga sering dijadikan sebagai alasan pemicu terjadinya kerusuhan dan konflik sosial. Untuk itu, pihaknya mengajak semboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ika” yang merupakan sebagai alat pemersatu bangsa harus tetap dipertahankan, agar kesatuan bangsa bisa terjaga.

“Melalui momentum ini, saya mengajak segenap komponen masyarakat Kabupaten Rembang untuk selalu menjaga dan mempertahankan kebhinekaan dan menolak paham radikalisme dan aksi tetorisme dengan mengatasnamakan agama yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Yakinlah, bahwa Indonesia adalah rumah bagi semua anak bangsa. Karena itu setiap warga negara, apapun latar belakang keyakinannya, budayanya, sukunya haruslah mendapat jaminan yang sama,” ungkapnya.

Selain itu, seusai apel, masing-masing perwakilan lima agama dan FKUB melakukan pernyataan deklarasi kebhinekaan cinta damai, yang kemudian dilanjutkan oleh peserta apel dengan menandatangani banner deklarasi kebhinekaan cinta damai.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →