Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

SMKN 1 Purwodadi Sudah Kantongi Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi dari BNSP



Reporter:    /  @ 15:14:14  /  17 November 2016

    Print       Email
Anggota Komisi Perencanaan dan Harmonisasi Kelembagaan BNSP Aldo Tobing (baju putih) didampingi Kepala SMKN 1 Purwodadi saat meninjau pelaksanaan uji sertifikasi profesi siswa Akuntansi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Komisi Perencanaan dan Harmonisasi Kelembagaan BNSP Aldo Tobing (baju putih) didampingi Kepala SMKN 1 Purwodadi saat meninjau pelaksanaan uji sertifikasi profesi siswa Akuntansi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Satu prestasi baru diraih SMKN 1 Purwodadi. Sekolah yang berada di Jalan Diponegoro Purwodadi tersebut sudah mengantongi lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Lisensi LSP yang didapat untuk jurusan Akuntansi tersebut dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Di wilayah Grobogan, satu-satunya sekolah yang dapat lisensi LSP baru SMKN 1 Purwodadi.

Anggota Komisi Perencanaan dan Harmonisasi Kelembagaan BNSP Aldo Tobing menyatakan, SK lisensi LSP untuk SMKN 1 Purwodadi sudah diserahkan sekitar dua bulan lalu. Setelah dilakukan monitoring dan pengecekan di lapangan, nanti akan diterbitkan sertifikat LSP.

“Jadi, kedatangan saya ke sini untuk melihat sejauh mana pelaksanaan uji kompetensinya dilakukan. Apakah sudah sesuai standar atau belum. Dari pantauan kami, standar yang kita tentukan sudah dilakukan dengan baik. Hanya, perlu sedikit penyempurnaan masalah administrasi serta sedikit penambahan sarana dan prasarana pendukung,” kata Aldo saat memantau pelaksanaan uji sertifikasi siswa Akuntansi kelas XII, Kamis (17/11/2016).

Menurutnya, status LSP yang didapat SMKN 1 Purwodadi tersebut masuk level 1. Di mana, dengan level ini, sekolah tersebut bisa melakukan uji sertifikasi profesi untuk siswanya sendiri.

Namun, dimungkinkan pula untuk melakukan uji sertifikasi profesi bagi siswa SMK lainnya. Syaratnya, sekolah lain harus terlebih dahulu melakukan MoU dengan SMKN 1 Purwodadi.

“Dengan ditetapkannya sebagai LSP maka SMKN 1 Purwodadi sangat diuntungkan. Soalnya, bisa melakukan uji sertifikasi profesi sendiri bagi siswanya,” imbuh Aldo.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto menambahkan, LSP itu diperlukan menindaklanjuti Inpres No 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK. Di mana, dengan aturan itu, para lulusan SMK harus diberdayakan kemampuannya sehingga bisa terserap dalam dunia industri. Salah satu yang perlu dibekali adalah punya sertifikat profesi.

“Hari ini dan besok, kita melaksanakan uji sertifikasi profesi yang ditangani sendiri. Total ada 20 siswa jurusan Akuntansi yang ikut uji sertifikasi profesi ini,” katanya.

Dijelaskan, uji sertifikasi profesi ini wajib diikuti oleh siswa. Namun, jika mereka gagal, tidak akan berpengaruh pada kelulusan. “Hasil uji sertifikasi profesi ini tidak ada pengaruhnya sama masalah kelulusan. Tetapi, jika siswa berhasil lulus maka kesempatan mendapatkan pekerjaan lebih besar karena punya sertifikat profesi,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →